Nadiem Makarim Kenakan Jaket Gojek 001 Milik Mulyono saat Pleidoi, Pengamat Nilai Ada Upaya Seret Nama Jokowi

- Selasa, 02 Juni 2026 | 23:50 WIB
Nadiem Makarim Kenakan Jaket Gojek 001 Milik Mulyono saat Pleidoi, Pengamat Nilai Ada Upaya Seret Nama Jokowi

PARADAPOS.COM - Sebuah momen yang tidak lazim mewarnai sidang lanjutan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi, Nadiem hadir dengan mengenakan jaket Gojek generasi pertama milik Mulyono, pengemudi nomor urut 001. Kehadirannya yang mencolok ini langsung memicu spekulasi publik dan analisis dari berbagai pihak, terutama terkait pesan simbolis di balik jaket bersejarah tersebut. Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, menilai tindakan itu sebagai upaya untuk menyeret nama Presiden Joko Widodo ke dalam pusaran kasus hukum yang tengah dihadapi Nadiem.

Jaket Bersejarah dan Simbolisme di Ruang Sidang

Suasana di luar ruang sidang mendadak ramai ketika Nadiem melangkah masuk. Ia tidak mengenakan setelan formal seperti biasanya, melainkan jaket khas berwarna hijau dengan nomor urut 001. Jaket itu, menurut penuturannya, bukan sekadar atribut biasa. Benda tersebut adalah milik Mulyono, sosok yang dikenal sebagai pengemudi pertama Gojek sejak masa-masa awal perusahaan rintisan itu berdiri.

Dengan tenang, Nadiem menjelaskan kepada wartawan bahwa jaket itu dipasangkan langsung oleh Mulyono sesaat sebelum dirinya memasuki ruang sidang. "Ini jaketnya Pak Mulyono, Gojek 001. Tadi waktu saya masuk beliau membuka jaketnya dan memasangkan ke saya," ujarnya di lokasi.

Analisis: Pesan di Balik Jaket Nomor 001

Langkah Nadiem ini tidak luput dari sorotan tajam para pengamat. Erizal, Direktur ABC Riset & Consulting, melihat ada muatan politis yang kuat dalam gestur tersebut. Menurutnya, publik Indonesia paham betul bahwa nama Mulyono identik dengan Joko Widodo. "Nadiem tahu dan se-Indonesia orang juga tahu, bahwa Mulyono identik dengan Jokowi. Apakah Nadiem ingin menyeret nama Jokowi dalam kasusnya?" katanya mempertanyakan.

Lebih lanjut, Erizal menekankan kedekatan istimewa antara Nadiem dan Jokowi. Ia menyebut Nadiem bukan hanya sekadar orang kepercayaan, melainkan figur yang sangat disayangi oleh Presiden. "Apa pun yang diinginkan Nadiem, langsung dikabulkan Jokowi. Memang, Hasto Kristiyanto dan Tom Lembong, awalnya juga orangnya Jokowi, tapi akhirnya berlawanan. Beda sekali dengan Nadiem," sambungnya.

Menurut catatan pengamat, tidak pernah ada catatan tentang perseteruan antara Nadiem Makarim dan Jokowi, baik sebelum, selama, maupun setelah Pemilihan Presiden. Namun, begitu kasus ini mulai diusut oleh Jaksa, nama Jokowi mulai muncul dan dihubung-hubungkan dalam persidangan. Hal inilah yang kemudian memicu pertanyaan besar tentang motif di balik pemakaian jaket tersebut.

Dari sudut pandang hukum, penggunaan atribut bernuansa personal dan politis di ruang sidang memang jarang terjadi. Bagi sebagian kalangan, ini adalah bentuk perlawanan simbolis. Bagi yang lain, ini adalah pesan tersirat bahwa kasus Nadiem tidak bisa dilepaskan dari konteks politik yang lebih besar. Terlepas dari interpretasi yang beredar, satu hal yang pasti: sidang pleidoi Nadiem Makarim kali ini tidak hanya diwarnai argumen hukum, tetapi juga dramaturgi visual yang sarat makna.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar