IRGC Tegaskan Akan Balas Serangan yang Dituduhkan ke AS dan Israel

- Rabu, 04 Maret 2026 | 04:50 WIB
IRGC Tegaskan Akan Balas Serangan yang Dituduhkan ke AS dan Israel

PARADAPOS.COM - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi menyatakan akan membalas serangan yang ditargetkan ke fasilitas sipil dan militer negara itu, yang mereka tuduh dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan tegas ini muncul menyusul laporan serangan udara yang menyebabkan ratusan korban jiwa di berbagai wilayah Iran, termasuk di Teheran, Oshnavieh, Salman, dan Urmia. IRGC menegaskan bahwa konflik dengan kedua negara tersebut akan terus berlanjut.

Ancaman Balasan dan Tuduhan atas Serangan Sipil

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB, IRGC tidak menunjukkan tanda-tanda akan meredakan tensi. Mereka menegaskan bahwa setiap aksi yang mereka anggap sebagai kejahatan akan mendapatkan jawaban yang setimpal.

"Para penjahat Amerika dan Israel harus paham tak satu pun kejahatan dan pembunuhan mereka akan dibiarkan tanpa balasan. Perang melawan AS dan rezim Israel akan berlanjut," tegas korps elite militer Iran tersebut.

Lebih lanjut, IRGC secara spesifik menuduh pasukan AS dan Israel dengan sengaja menyerang lokasi-lokasi sipil yang seharusnya dilindungi. Mereka mengklaim serangan-serangan itu dirancang untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat dan telah menelan korban jiwa warga sipil yang jumlahnya signifikan.

Dampak di Lapangan: Korban Jiwa di Beberapa Lokasi

Pernyataan IRGC dilengkapi dengan sejumlah insiden spesifik yang diklaim terjadi dalam sehari terakhir. Menurut mereka, serangan rudal Tomahawk menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal di Oshnavieh dan menewaskan seluruh anggota sebuah keluarga. Di lokasi terpisah, yaitu di Salman, lima orang dilaporkan tewas setelah sebuah mobil pribadi dihantam rudal. Sementara di distrik Kasemiyeh, Kota Urmia, sebuah rumah menjadi sasaran dan menewaskan sepasang lansia yang tinggal di dalamnya.

Eskalasi yang Berawal dari Serangan Awal

Gelombang ketegangan ini dipicu oleh serangkaian serangan besar yang dilancarkan AS dan Israel pada akhir Februari lalu terhadap sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan itu tidak hanya menyebabkan kerusakan materiil, tetapi juga korban jiwa di kalangan sipil. Yang paling mengejutkan, televisi pemerintah Iran sempat mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei gugur dalam insiden tersebut, sebuah klaim yang kemudian memicu gelombang duka dan kemarahan nasional.

Sebagai respons, Iran tidak tinggal diam. Mereka diketahui telah meluncurkan serangan balasan dengan rudal ke wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer AS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Siklus serang-balas ini semakin mengukuhkan kekhawatiran banyak pengamat mengenai potensi konflik yang lebih luas dan sulit dikendalikan di kawasan yang sudah rentan tersebut.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar