Pemerintah Apresiasi Cap Go Meh 2026 sebagai Penggerak Harmoni dan Ekonomi Kreatif

- Rabu, 04 Maret 2026 | 14:50 WIB
Pemerintah Apresiasi Cap Go Meh 2026 sebagai Penggerak Harmoni dan Ekonomi Kreatif

PARADAPOS.COM - Pemerintah memberikan apresiasi terhadap perayaan Cap Go Meh 2026 di Jakarta, yang dinilai berhasil memadukan penguatan harmoni sosial dengan stimulasi ekonomi kreatif. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa festival budaya ini telah berkembang menjadi sebuah platform strategis yang mendorong pertumbuhan sektor kreatif sekaligus merefleksikan kehidupan masyarakat metropolitan yang beragam.

Lebih Dari Sekadar Perayaan Tradisi

Dalam pandangan pemerintah, Cap Go Meh Jakarta telah melampaui fungsi awalnya sebagai penutup rangkaian Tahun Baru Imlek. Acara yang berpusat di kawasan Pancoran Chinatown Point Mall itu dianggap sebagai ruang aktualisasi nyata bagi para pelaku ekonomi kreatif. Beragam pertunjukan seni kontemporer, atraksi barongsai yang dinamis, dan stan-stan kuliner inovatif menjadi bukti nyata perpaduan antara warisan tradisi dan ekspresi kreativitas modern.

Irene Umar menyoroti bahwa kemasan festival yang inklusif dan kreatif membawa dampak ganda. Di satu sisi, ia memperkuat kebanggaan akan identitas budaya kota. Di sisi lain, ia membuka kanal peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja yang baru bagi masyarakat.

Kolaborasi sebagai Kunci Penggerak Ekonomi

Kesuksesan penyelenggaraan festival ini tidak lepas dari kerja sama yang terjalin antara pemerintah, komunitas budaya, dan para pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi lintas sektor semacam ini dinilai sebagai model yang efektif untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis budaya.

“Festival Cap Go Meh bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang aktualisasi pejuang ekonomi kreatif,” tegas Irene Umar dalam sebuah keterangan tertulis. Ia menambahkan, “Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pejuang ekraf seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana budaya bisa menjadi penggerak ekonomi di Jakarta.”

Melalui konsep “Cahaya Keberagaman di Glodok”, festival ini juga dimaksudkan untuk mempertegas citra Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada harmoni dan kekayaan budaya lokal.

Momentum Menuju Jakarta Global

Perayaan yang dihadiri oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung serta sejumlah mantan gubernur ini dianggap memiliki makna strategis, terutama dalam menyambut usia 500 tahun Jakarta. Pemerintah berharap momen tahunan ini dapat terus dimanfaatkan untuk memperkokoh semangat kolaborasi dan optimisme kolektif.

“Kehidupan harmonisasi keberagaman di Jakarta semakin kuat,” ungkap Irene Umar. Ia meyakini, “Saat budaya dirayakan bersama, energi positifnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju sejahtera.”

Harapannya, Cap Go Meh ke depan tidak hanya menjadi ritual penutup Imlek, tetapi juga sebuah tradisi modern yang berkontribusi aktif dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang inklusif, berbudaya, dan kompetitif.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar