PARADAPOS.COM - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengklaim memiliki peran sentral dalam karier politik Presiden Joko Widodo, mulai dari pencalonan sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga pencapaiannya sebagai orang nomor satu di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Sabtu (18/4/2026), di mana ia juga memperlihatkan foto momen Jokowi bersalaman dan 'sungkem' kepadanya.
Klaim Pengusulan Jokowi ke Ibu Mega
Dalam paparannya, JK menceritakan langkah awalnya dengan mengusulkan nama Joko Widodo, yang kala itu masih Wali Kota Solo, kepada Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri untuk diusung sebagai calon gubernur. Menurut pengakuannya, inisiatif itu datang dari dirinya sebagai bentuk dukungan senior terhadap juniornya.
"Saya katakan saya seniornya, siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya membawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi gubernur," tuturnya.
Dari Penolakan Awal Hingga Persetujuan
JK mengakui bahwa usulannya sempat tidak langsung diterima. Megawati, kata dia, awalnya menolak. Namun, setelah melalui proses, akhirnya ketua umum partai tersebut menyetujui pencalonan Jokowi, yang kemudian berhasil memenangkan pilkada DKI Jakarta. Kemenangan inilah yang dianggap JK sebagai batu loncatan krusial.
"Sehingga waktu dia menang jadi gubernur setelah ke Ibu Mega datang sama saya ucapkan terima kasih. Apa kurangnya saya coba? Saya bawa ke Jakarta," ucap JK seraya menunjukkan foto tersebut.
Pernyataan Tegas tentang Peran Kunci
Dengan nada tegas, JK kemudian menyampaikan klaim yang lebih luas tentang kontribusinya. Ia menegaskan bahwa perannya tidak berhenti di tingkat gubernur, melainkan menjadi faktor penentu bagi karier kepresidenan Jokowi.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa gubernur mana bisa jadi presiden," imbuhnya.
Prasyarat Megawati untuk Pencalonan Presiden
Lebih lanjut, JK membuka cerita tentang dinamika internal menjelang pencalonan presiden 2014. Ia mengungkapkan bahwa Megawati memberikan syarat khusus terkait pasangan calon. Menurut versinya, Megawati bersikukuh hanya akan mencalonkan Jokowi jika JK sendiri yang bersedia mendampinginya sebagai calon wakil presiden.
"Tiba-tiba jadi presiden. Saya bilanglah, 'eh belum cukup pengalaman. Jangan, nanti rusak negeri ini'. Tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak meneken kalau saya tidak wakilnya," kata JK.
Alasan Megawati, seperti diceritakan kembali oleh JK, adalah karena ia dinilai sebagai figur yang paling berpengalaman dan diharapkan dapat membimbing Jokowi. "Kenapa Bu saya mesti wakil? Karena Pak JK yang paling berpengalaman. Bimbinglah dia," lanjutnya menirukan percakapan tersebut.
Artikel Terkait
JK Klaim Kunci Lintasan Jokowi dari Solo ke Istana, Desak Akhiri Polemik Ijazah
DPR Soroti Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Pertamina, Desak Transparansi dan Antisipasi Dampak
KPK Soroti Dapur Tak Layak dan Pengawasan Lemah dalam Program Makan Bergizi Gratis
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Disidang, Motif Dendam Pribadi dari Personel BAIS Dipertanyakan Publik