Presiden Prabowo Bahas Situasi Geopolitik Global dalam Buka Puasa Bersama Ulama

- Kamis, 05 Maret 2026 | 19:00 WIB
Presiden Prabowo Bahas Situasi Geopolitik Global dalam Buka Puasa Bersama Ulama

PARADAPOS.COM – Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah ulama dan tokoh Islam untuk berbuka puasa dan bersilaturahmi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam. Dalam pertemuan yang berlangsung hingga larut itu, Presiden dikabarkan menyampaikan pandangannya mengenai situasi geopolitik global, termasuk kondisi perang dan tantangan yang dihadapi bangsa. Salah satu undangan, pendakwah Mamah Dedeh, memberikan konfirmasi mengenai hal tersebut meski harus meninggalkan acara lebih awal karena sebuah keperluan.

Paparan Presiden tentang Geopolitik Global

Mamah Dedeh, yang hadir mewakili kalangan ulama, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara khusus membahas dinamika hubungan internasional dalam pertemuan tersebut. Menurut penuturannya, pokok bahasan yang disampaikan mencakup kondisi di luar negeri dan situasi peperangan yang sedang terjadi.

"Beliau menerangkan tentang luar negeri, kondisi luar negeri, tentang negara kita, tentang bagaimana sekarang peperangan yang terjadi, itu yang disampaikan," jelas Mamah Dedeh seusai acara.

Pendakwah yang akrab di layar kaca itu menambahkan bahwa paparan Presiden masih berlanjut ketika dirinya harus pamit. Topik mengenai krisis bangsa rencananya akan disampaikan setelah pembahasan mengenai situasi internasional tersebut.

Silaturahmi dengan Tokoh-Tokoh Kunci

Acara buka puasa bersama yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan itu dihadiri oleh pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Tampak hadir Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum MUI K.H. Anwar Iskandar. Kehadiran mereka menunjukkan nuansa silaturahmi yang menjembatani pemerintah dengan para pemimpin umat.

Selain dari kalangan ulama, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih juga turut hadir mendampingi. Di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Agama Nasaruddin Umar. Pertemuan yang dimulai selepas magrib ini berlangsung cukup panjang, hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Nuansa Dialog di Bulan Ramadan

Pertemuan ini mengisi kegiatan di bulan Ramadan dengan dialog antara pemerintah dan para tokoh agama. Meski Mamah Dedeh tidak dapat mengikuti keseluruhan acara karena harus menunaikan syuting, ia menyampaikan kesan umum mengenai arah pembicaraan. Pertemuan semacam ini kerap menjadi ruang untuk berbagi perspektif dan mendengarkan aspirasi, khususnya dalam menyikapi isu-isu strategis yang berdampak pada masyarakat.

Dari informasi yang terhimpun, acara berjalan dengan khidmat dan penuh keakraban, sesuai dengan semangat silaturahmi di bulan suci. Kehadiran tokoh-tokoh dari berbagai organisasi Islam utama juga mencerminkan upaya untuk merangkul seluruh elemen masyarakat dalam membahas tantangan nasional dan global.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar