32 Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Lebak, Warga Harapkan Relokasi

- Jumat, 06 Maret 2026 | 15:25 WIB
32 Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Lebak, Warga Harapkan Relokasi

PARADAPOS.COM - Sebanyak 32 rumah rusak akibat pergeseran tanah di Kampung Cinangga, Desa Bayah Timur, Kabupaten Lebak, Banten. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) itu membuat sejumlah warga mengungsi dan berharap mendapat relokasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten telah turun ke lokasi untuk meninjau kerusakan dan mencari solusi jangka panjang.

Kondisi Warga dan Harapan Relokasi

Di lapangan, kerusakan yang dialami rumah-rumah warga bervariasi, mulai dari retak-retak hingga kondisi yang membuat hunian tidak lagi layak. Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, mengonfirmasi bahwa tujuh rumah telah ditinggalkan penghuninya. Namun, sebagian besar warga lainnya masih bertahan di tempat tinggal mereka meski dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

Dalam keterangannya, Rafik menegaskan harapan warga akan perhatian serius dari berbagai tingkat pemerintahan. "Harapan kami, pemerintah—baik kabupaten, provinsi, maupun pusat—serius melihat kondisi kampung kami. Satu-satunya solusi di sini adalah relokasi," tuturnya.

Penilaian Risiko dari BPBD Banten

Menanggapi kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, langsung mendatangi lokasi bencana. Ia melakukan peninjauan mendetail terhadap rumah-rumah yang terdampak pergerakan tanah. Berdasarkan data dan penelitian geologi yang ada, Lutfi menjelaskan status kerawanan wilayah tersebut.

Ia menyatakan bahwa Kampung Cinangga termasuk dalam zona kuning atau area dengan tingkat kerawanan sedang. "Di Bayah Timur ini sebetulnya masuk zona kuning atau skala sedang. Tapi meskipun sedang, tetap ada potensi bahaya. Tentunya ini tetap menjadi perhatian kita," jelasnya.

Upaya Mencari Solusi Berkelanjutan

Di luar penilaian risiko, fokus utama kini adalah mencari penyelesaian yang berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya melihat dampak langsung, tetapi juga mempertimbangkan ketenangan hidup warga di masa depan. Upaya koordinasi antarlembaga terus dilakukan untuk merumuskan langkah terbaik.

"Semuanya, termasuk pemerintah daerah, sedang memikirkan langkah ke depan agar kehidupan masyarakat tidak terganggu oleh kecemasan dan kekhawatiran sepanjang waktu. Tentunya upaya-upaya itu harus dilakukan oleh Pemda," ungkap Lutfi, menekankan komitmen untuk menciptakan rasa aman bagi warga.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar