Gaikindo Sambut Keputusan BI Tahan Suku Bunga, Harap Penjualan Mobil Segera Pulih

- Kamis, 23 April 2026 | 08:50 WIB
Gaikindo Sambut Keputusan BI Tahan Suku Bunga, Harap Penjualan Mobil Segera Pulih
PARADAPOS.COM - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen. Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 April 2026. Di tengah pasar otomotif yang masih lesu, Gaikindo berharap suku bunga bisa bertahan lebih lama agar penjualan kendaraan bermotor perlahan pulih. Data terkini menunjukkan penjualan mobil secara wholesales pada Maret 2026 tercatat 61.271 unit, turun 13,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Harapan Gaikindo di Tengah Lesunya Pasar

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan harapannya agar suku bunga acuan dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Menurutnya, stabilitas ini penting untuk menjaga suku bunga kredit kendaraan bermotor tetap rendah. "Kami harapkan agar suku bunga acuan bisa bertahan agak lama sehingga suku bunga kredit kendaraan bermotor juga tidak naik," ujar Jongkie kepada awak media, Kamis (23/4/2026). Ia menambahkan, daya beli masyarakat di sektor otomotif masih berada di bawah tekanan. Kondisi ini diperparah oleh lemahnya konsumsi yang membuat angka penjualan sulit bergerak naik. Oleh karena itu, asosiasi sangat berharap tidak ada kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. "Karena ini akan mengganggu angka-angka penjualan yang masih tertekan. Daya beli masyarakat masih lemah," jelasnya.

Penjualan Ritel dan Grosir Masih Tertahan

Berdasarkan catatan Gaikindo, distribusi mobil dari pabrikan ke dealer (wholesales) sepanjang Januari hingga Maret 2026 hanya tumbuh tipis 1,7 persen secara tahunan, menjadi 209.021 unit. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan 205.539 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ritel yang mencatat distribusi dari dealer ke konsumen mencapai 211.905 unit dalam tiga bulan pertama tahun ini. Realisasi tersebut hanya naik 0,5 persen dibandingkan 210.766 unit pada kuartal I-2025. Penurunan paling tajam terlihat pada Maret 2026. Penjualan wholesales bulan itu anjlok 13,8 persen year-on-year (yoy), dari 71.099 unit menjadi 61.271 unit. Penjualan ritel juga ikut merosot 13,2 persen, dari 76.765 unit menjadi 66.637 unit.

Sinyal dari Bank Indonesia

Di sisi lain, Bank Indonesia menyadari bahwa transmisi pelonggaran kebijakan moneter terhadap penurunan suku bunga perbankan masih perlu diperkuat. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa upaya menurunkan suku bunga dana dan kredit harus terus didorong agar pertumbuhan pembiayaan bisa berjalan. Langkah ini, menurut Perry, dapat dilakukan melalui koordinasi untuk menekan pemberian special rate kepada deposan besar. "Yang saat ini mencapai 26,3 persen dari total DPK (dana pihak ketiga)," ungkap Perry dalam RDG April 2026, Rabu (22/4/2026). Ia menambahkan, berbagai suku bunga perbankan saat ini masih berada dalam tren menurun. Kondisi likuiditas yang longgar menjadi penopang utama tren tersebut. Dengan demikian, diharapkan sektor riil, termasuk otomotif, bisa segera merasakan dampak positif dari kebijakan moneter yang akomodatif.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar