Wamendikdasmen Tinjau Jumat Bersih di Sukabumi, Tekankan Pembentukan Karakter Siswa

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 11:25 WIB
Wamendikdasmen Tinjau Jumat Bersih di Sukabumi, Tekankan Pembentukan Karakter Siswa

PARADAPOS.COM - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq meninjau langsung pelaksanaan kegiatan Jumat Bersih di SD Negeri 01 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (6/3/2026). Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya memantau implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa.

Menanamkan Karakter Melalui Kebersihan

Di tengah pantauannya, Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa rutinitas menjaga kebersihan sekolah jauh lebih dari sekadar aktivitas fisik. Menurutnya, kegiatan semacam Jumat Bersih merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter dan rasa tanggung jawab peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya.

Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan sehari setelah kunjungan, Sabtu (7/3/2026), Fajar menjelaskan kaitan erat antara program sekolah dengan gerakan nasional. "Ini bagian dari program yang didorong oleh Bapak Presiden melalui Gerakan Indonesia ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah," jelasnya. "Salah satu implementasinya di lingkungan sekolah adalah menggiatkan kembali kegiatan Jumat Bersih yang melibatkan para siswa secara rutin."

Lingkungan yang bersih dan tertata, lanjutnya, secara langsung berkontribusi pada kenyamanan proses belajar. Lebih dari itu, kebiasaan positif yang ditanamkan di sekolah diharapkan dapat terbawa hingga ke kehidupan sehari-hari siswa di rumah.

Dampak Nyata di Tingkat Sekolah

Pendapat serupa diungkapkan oleh tenaga pendidik di lapangan. Gina Permata Desa, Guru Kelas 5 di SD Negeri 01 Cibadak, merasakan dampak positif Gerakan ASRI tidak hanya pada kebersihan fisik sekolah, tetapi juga pada pembentukan sikap anak didiknya. Ia melihat adanya transfer nilai dari sekolah ke rumah.

"Gerakan ASRI menekankan pentingnya lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan indah," ungkap Gina. "Dari sisi guru, kegiatan ini membantu menumbuhkan kemandirian anak, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah bersama orang tua."

Gina menambahkan bahwa peran guru sebagai pembimbing dan pengingat sangat krusial dalam menanamkan kesadaran ini secara berkelanjutan. Pesan bahwa kebersihan adalah bagian dari gaya hidup yang bertanggung jawab terus disampaikan.

"Kami selalu menyampaikan kepada anak-anak bahwa bersih itu indah dan membuat lingkungan menjadi nyaman," ucapnya. "Dengan begitu mereka memahami bahwa kebersihan penting tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan untuk diri mereka sendiri."

Belajar dari Pengalaman Langsung

Pendekatan pembelajaran yang diterapkan Gina pun bersifat praktis dan melibatkan pengalaman langsung siswa. Ia kerap memberikan simulasi sederhana untuk membantu anak-anak memahami dampak nyata dari sebuah lingkungan yang terawat.

"Ketika lingkungan belajar kotor, misalnya ada sampah atau bau tidak sedap, anak-anak merasa tidak nyaman," tambahnya. "Sebaliknya, ketika tempat belajar bersih mereka bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Dari situ mereka memahami bahwa kebersihan membuat belajar lebih nyaman dan sehat."

Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan pelaksanaan di tingkat satuan pendidikan seperti ini, upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah terus digalakkan. Tujuannya jelas: menciptakan ekosistem belajar yang mendukung sekaligus mencetak generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan sejak dini.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar