Polda Riau Kembangkan Pupuk dan Benih Jagung Unggul untuk Antisipasi Kemarau 2026

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:25 WIB
Polda Riau Kembangkan Pupuk dan Benih Jagung Unggul untuk Antisipasi Kemarau 2026

PARADAPOS.COM - Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengembangkan pupuk organik cair dan benih jagung unggul untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Inovasi yang dihasilkan dari riset di laboratorium Tabung Harmoni Hijau ini merupakan langkah antisipatif menghadapi musim kemarau panjang 2026 sekaligus upaya memenuhi kebutuhan pakan ternak yang terus meningkat di provinsi tersebut.

Inovasi Pupuk dan Benih untuk Ketahanan Pangan

Di tengah tantangan cuaca dan kebutuhan pangan yang terus bertumbuh, Polda Riau tidak hanya berfokus pada tugas pokok keamanan. Melalui unit khususnya, yaitu bintara kompetensi khusus (Bakomsus) jurusan pertanian, lembaga ini melakukan riset mendalam di fasilitas Tabung Harmoni Hijau. Hasilnya adalah terobosan berupa racikan pupuk organik cair dan benih jagung varietas lokal prima yang dirancang khusus untuk adaptif dengan kondisi tanah di Riau.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan bahwa langkah ini strategis untuk membangun kemandirian pangan. Inovasi tersebut dilaporkan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sebuah kunjungan kerja.

"Riset Bakomsus di Laboratorium Tabung Harmoni Hijau milik Polda Riau telah menghasilkan benih jagung varietas lokal prima dan pupuk organik cair yang adaptif dengan kondisi tanah di Provinsi Riau, sehingga dapat meningkatkan produksi jagung," ungkap Herry Heryawan saat menghadiri penanaman jagung serentak di Kabupaten Pelalawan, Sabtu (7/3/2026).

Dampak pada Ketersediaan Pakan Ternak

Latar belakang inisiatif ini tidak lepas dari kebutuhan riil di lapangan. Herry Heryawan menilai peningkatan produksi jagung lokal sangat mendesak, terutama untuk mendukung sektor peternakan ayam. Kebutuhan jagung pipil sebagai bahan baku pakan meningkat seiring bertambahnya jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi telur ayam di Riau pada 2025 mencapai 3.337,73 ton. Namun, angka ini dinilai masih belum mencukupi permintaan.

"Dan angka itu masih jauh untuk memenuhi permintaan telur sehingga mesti didatangkan dari Sumbar dan Sumut," jelasnya.

Oleh karena itu, upaya meningkatkan produksi jagung lokal menjadi krusial. Saat ini, kebutuhan jagung untuk pakan di Riau mencapai 50.000 ton per tahun, namun produksi dalam provinsi baru memenuhi sekitar 8 persen dari total kebutuhan tersebut.

Peran Strategis Tabung Harmoni Hijau

Tabung Harmoni Hijau, yang awalnya merupakan pilot project pembibitan dalam program Green Policing, kini telah berevolusi. Fasilitas ini dikembangkan menjadi pusat kemandirian pangan terintegrasi. Di dalamnya tidak hanya terdapat laboratorium, tetapi juga peternakan kambing dan ayam petelur, kolam ikan, serta kebun sayur dan jagung.

Keberadaan pusat ini terhubung langsung dengan jaringan SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Daerah Riau, berfungsi sebagai penyuplai bahan baku makanan yang berkelanjutan. Transformasi ini menunjukkan pendekatan Polda Riau yang holistik, di mana inovasi pertanian langsung diuji dan diterapkan dalam sebuah ekosistem pangan mandiri, sebelum dapat disebarluaskan kepada masyarakat.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar