Gempa M 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, Getaran Terasa Hingga Kota Bengkulu

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 20:00 WIB
Gempa M 5,7 Guncang Lebong Bengkulu, Getaran Terasa Hingga Kota Bengkulu

PARADAPOS.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Sabtu (7/3/2026) malam. Guncangan yang terjadi sekitar pukul 23.58 WIB itu berpusat di darat dengan kedalaman menengah, dan getarannya dilaporkan dirasakan di sejumlah kota dan kabupaten di sekitarnya.

Lokasi dan Parameter Guncangan

Berdasarkan analisis cepat yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa terletak pada koordinat 2.99 Lintang Selatan dan 101.63 Bujur Timur. Titik pusatnya berada di darat, tepatnya sekitar 64 kilometer arah barat dari Kabupaten Lebong, dengan kedalaman hiposenter mencapai 47 kilometer di bawah permukaan tanah.

Dalam keterangan resminya, BMKG menyampaikan rincian teknis kejadian tersebut.

"Update Gempa Mag:5.7, 07-Mar-26 23:58:45 WIB, Lok:2.99 LS, 101.63 BT (Pusat gempa berada di darat 64 km Barat Lebong), Kedlmn:47 Km,"

Skala Getaran di Beberapa Wilayah

Guncangan gempa dirasakan dengan intensitas yang bervariasi di beberapa daerah. Menurut skala Modifikasi Mercalli Intensity (MMI) yang digunakan BMKG, getaran tercatat mencapai skala IV (empat) di Argamakmur, Mukomuko, Silaut, dan Rejang Lebong. Sementara itu, wilayah Kepahiang dan Kota Bengkulu merasakan getaran pada skala III (tiga). Skala ini mengindikasikan guncangan yang cukup kuat dan dirasakan nyata oleh masyarakat di dalam rumah.

Peringatan dan Proses Verifikasi Data

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, otoritas setempat mengimbau warga di wilayah terdampak dan sekitarnya untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG juga menekankan bahwa analisis awal ini masih bersifat dinamis dan dapat diperbarui seiring dengan kelengkapan data yang masuk. Hal ini merupakan prosedur standar dalam dunia kegempaan untuk memastikan akurasi informasi yang disajikan kepada publik.

"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,"

Pernyataan tersebut menggarisbawahi prinsip kehati-hatian dalam penyampaian informasi kebencanaan, di mana data awal yang cepat perlu terus diverifikasi untuk memberikan gambaran yang paling akurat mengenai kondisi di lapangan.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar