PARADAPOS.COM - Enam penumpang kapal KM Sinar Kencana Muara berhasil dievakuasi petugas penyelamat setelah kapal mereka mengalami kebocoran dan mesin mati di perairan dekat Pulau Tikus, Kepulauan Seribu, pada Minggu (14/4) pagi. Kejadian yang dipicu cuaca buruk dan muatan berlebih ini berakhir dengan selamat berkat respons cepat tim dari Pulau Pari.
Kronologi Insiden di Tengah Cuaca Buruk
Menurut keterangan resmi, insiden terjadi sekitar pukul 07.58 WIB. Kapal yang berangkat dari Muara Kronjo, Tangerang, dengan tujuan Pulau Kelapa itu tiba-tiba mengalami masalah di tengah hujan dan ombak besar. Kombinasi kondisi cuaca ekstrem dan muatan yang diduga berlebih menyebabkan air masuk ke lambung kapal dan mesinnya mati total.
Kapal pun terombang-ambing tanpa kendali di laut lepas selama hampir setengah jam. Dalam situasi genting itu, para penumpang akhirnya berhasil menghubungi petugas pemadam kebakaran di Pulau Pari untuk meminta bantuan.
Evakuasi Cepat oleh Tim Penyelamat
Mendapatkan laporan darurat, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu segera mengerahkan empat personelnya. Mereka bergegas menuju lokasi menggunakan perahu boat.
Gatot Sulaeman, Kepala Seksi Operasi Gulkarmat setempat, menjelaskan detail operasi penyelamatan yang digelar. Proses evakuasi yang dimulai pukul 08.25 WIB berjalan lancar dan berhasil diselesaikan dalam waktu dua puluh menit.
“Setelah mendapatkan laporan, kami langsung melakukan evakuasi penumpang ke daratan terdekat,” jelas Gatot mengenai respons awal timnya.
“Kami melakukan evakuasi pukul 08.25 WIB dan seluruh penumpang berhasil dievakuasi pukul 08.45 WIB,” lanjutnya, merinci garis waktu operasi yang tergolong cepat.
Semua Penumpang Selamat
Operasi penyelamatan berakhir dengan hasil yang menggembirakan. Keenam penumpang berhasil dibawa dengan selamat ke daratan terdekat tanpa ada korban jiwa. Cuaca yang masih berisiko tidak menghalangi tim untuk menjalankan tugasnya.
“Alhamdulillah kami berhasil mengevakuasi penumpang ke pulau terdekat, yakni Pulau Pari,” ungkap Gatot Sulaeman, menyampaikan rasa syukur atas keselamatan seluruh korban.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan dan risiko operasional transportasi laut antar pulau, terutama saat musim cuaca buruk. Kesigapan dan koordinasi tim penyelamat lokal menjadi faktor kunci dalam mencegah potensi tragedi yang lebih besar di perairan Kepulauan Seribu.
Artikel Terkait
Askrindo dan Bank BTN Jalin Kerja Sama Penjaminan Proyek Senilai Rp1,5 Triliun
Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Citarum
Mudik Gratis Jatim untuk Warga Pulau Sapudi dan Raas Resmi Dimulai
KJRI Kuching Sambangi Pekerja Migran di Perkebunan Sarawak pada Safari Ramadan