Fadli Zon Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis di Bidang Kebudayaan

- Jumat, 24 April 2026 | 01:50 WIB
Fadli Zon Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis di Bidang Kebudayaan
PARADAPOS.COM - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mendorong kemitraan strategis di bidang kebudayaan antara Indonesia dan Prancis. Hal ini disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris pada Rabu (22/4). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Bersama Strategi Kebudayaan (Borobudur Declaration) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron.

Momentum Implementasi Kerja Sama Nyata

Fadli menekankan bahwa pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memastikan implementasi kerja sama kebudayaan berjalan secara nyata dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa Indonesia mendorong kolaborasi yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menghasilkan program-program konkret yang berdampak langsung bagi ekosistem budaya kedua negara. “Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan harus terus berkembang secara konkret, resiprokal, dan berdampak jangka panjang, baik bagi pelaku budaya maupun bagi penguatan diplomasi budaya di kancah global,” jelas Fadli dalam keterangannya, Jumat (24/4/2025).

Perjanjian Baru dan Sektor Prioritas

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat bahwa kerja sama di bidang kebudayaan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Fokus utama mencakup sektor warisan budaya, museum, industri budaya, hingga transformasi digital kebudayaan. Kedua negara menyambut baik capaian yang telah diraih dan berkomitmen untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang. Sebagai langkah konkret, kedua belah pihak menyaksikan penandatanganan dua perjanjian kerja sama. Pertama, antara École du Louvre dan Indonesia Heritage Agency (IHA). Kedua, antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dan InJourney. Kerja sama ini menjadi fondasi bagi penguatan kolaborasi kelembagaan. Secara lebih rinci, kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan Borobudur dan Prambanan, penguatan Museum Academy, serta penyelenggaraan pameran Indonesia di Guimet Museum. Kedua pihak juga mendorong riset bersama dengan EFEO dan perlindungan warisan budaya yang terdampak perubahan iklim melalui kerangka ALIPH.

Perluasan ke Industri Kreatif

Di sektor industri budaya, kolaborasi diperluas ke bidang film, musik, seni rupa, dan sastra. Untuk perfilman, kerja sama diarahkan pada keberlanjutan Indonesia-France Film Lab dan penguatan kolaborasi dengan La Fémis serta CNC. Partisipasi dalam forum internasional seperti Cannes Film Festival, Critics' Week, Annecy International Animation Film Festival, hingga pertemuan co-production di Paris pada Desember 2026 juga menjadi agenda. Sementara di bidang sastra, kedua negara sepakat mendorong program Choix Goncourt Indonésie, Read Indonesia, serta kerja sama dengan The Centre national du livre. Program residensi dan festival sastra juga turut diperkuat.

Transformasi Digital dan Warisan Budaya

Transformasi digital kebudayaan menjadi perhatian bersama. Aspek yang dibahas meliputi tata kelola data budaya, digitalisasi aset budaya, serta pengembangan co-creation berbasis warisan budaya digital. Hal ini menunjukkan bahwa kerja sama tidak hanya berfokus pada hal-hal tradisional, tetapi juga merambah ke ranah teknologi. Dalam pertemuan bilateral ini, Fadli didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Diplomasi, Raden Usman Effendi; serta Kepala Museum dan Cagar Budaya, Esti Nurjadin.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar