PARADAPOS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan menghadapi tekanan koreksi pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Proyeksi ini muncul setelah indeks ditutup melemah 1,62 persen ke level 7.585 pada pekan lalu, didorong oleh dominasi tekanan jual di pasar. Analis teknis dari MNC Sekuritas memperingatkan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju rentang 7.140 hingga 7.391, dengan level support terdekat di 7.311 dan 7.391.
Analisis Teknis dan Peringatan Koreksi
Dalam risetnya yang dirilis Senin pagi, tim analis MNC Sekuritas memberikan penjelasan mendalam mengenai pola pergerakan indeks. Mereka melihat sinyal teknis yang menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase koreksi yang perlu diwaspadai oleh investor.
"Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave 4 atau dari wave (2) pada label merah. Hal tersebut berarti, perlu dicermati area 7.140-7.391 sebagai area koreksi berikutnya," tulis riset tersebut.
Di sisi lain, level resistance yang perlu ditembus untuk mengubah tren menjadi lebih positif berada di kisaran 7.934 dan 8.154. Analisis ini memberikan peta navigasi yang jelas bagi pelaku pasar dalam mengantisipasi volatilitas hari ini.
Rekomendasi Saham Pilihan di Tengah Koreksi
Meski sentimen pasar cenderung berhati-hati, kondisi koreksi justru dianggap sebagai momen untuk mencari peluang akumulasi pada saham-saham tertentu. MNC Sekuritas memberikan empat rekomendasi saham dengan strategi "Buy on Weakness" atau membeli pada saat pelemahan.
AADI: Akumulasi di Kisaran Rp9.350-Rp10.175
Saham AADI ditutup melemah tipis 0,24 persen ke Rp10.300 dan masih didominasi tekanan jual. Analis memperkirakan saham ini sedang dalam fase konsolidasi teknis.
Buy on Weakness: Rp9.350-Rp10.175 Target Price: Rp10.950, Rp11.425 Stoploss: di bawah Rp9.225
BBCA: Potensi Rebound dari Support
Emiten perbankan besar ini terkoreksi 1,41 persen ke Rp7.000 dengan tekanan jual yang muncul. Pergerakannya diperkirakan sebagai bagian dari penyelesaian pola koreksi menuju.
Buy on Weakness: Rp6.600-Rp6.700 Target Price: Rp7.275, Rp7.575 Stoploss: di bawah Rp6.375
CUAN: Momentum Penguatan dengan Volume
Berbeda dengan mayoritas saham, CUAN justru ditutup menguat ke Rp1.320 dengan didukung volume pembelian yang signifikan. Pergerakan ini mengindikasikan adanya akumulasi yang kuat.
Buy on Weakness: Rp1.040-Rp1.220 Target Price: Rp1.475, Rp1.745 Stoploss: di bawah Rp995
MBMA: Pembelian Diam-diam di Balik Koreksi
Meski terkoreksi 1,38 persen ke Rp715, pergerakan MBMA diwarnai oleh munculnya volume pembelian, sebuah sinyal divergensi yang sering dicermati oleh trader teknis.
Buy on Weakness: Rp630-Rp685 Target Price: Rp750, Rp790 Stoploss: di bawah Rp605
Secara keseluruhan, laporan riset ini menekankan pentingnya kehati-hatian dan selektivitas dalam berinvestasi di tengah kondisi pasar yang rentan terkoreksi. Rekomendasi yang diberikan berfokus pada identifikasi titik-titik akumulasi ideal dengan manajemen risiko yang ketat, mencerminkan pendekatan analitis yang mendalam terhadap dinamika teknis masing-masing saham.
Artikel Terkait
Askrindo dan Bank BTN Jalin Kerja Sama Penjaminan Proyek Senilai Rp1,5 Triliun
Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Citarum
Mudik Gratis Jatim untuk Warga Pulau Sapudi dan Raas Resmi Dimulai
KJRI Kuching Sambangi Pekerja Migran di Perkebunan Sarawak pada Safari Ramadan