DPR RI Resmi Buka Masa Persidangan IV Tahun 2025-2026

- Selasa, 10 Maret 2026 | 04:50 WIB
DPR RI Resmi Buka Masa Persidangan IV Tahun 2025-2026

PARADAPOS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi membuka Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 pada Selasa (10/3/2026). Rapat paripurna ke-15 tersebut digelar di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, dengan dihadiri 293 anggota dewan dan dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Agenda utama pertemuan ini adalah mendengarkan pidato pembukaan dari pimpinan DPR.

Kuorum Tercapai, Rapat Dibuka Secara Resmi

Suasana di ruang rapat paripurna pagi itu tampak khidmat menjelang dimulainya sidang. Puan Maharani, didampingi para pimpinan DPR lainnya, membacakan laporan kehadiran anggota sebelum mengetuk palu tanda dimulainya persidangan.

“Menurut catatan dari Sekretariat Jenderal DPR RI, daftar hadir pada permulaan rapat paripurna DPR RI hari ini telah ditandatangani oleh 273 orang, izin 20 orang anggota sehingga yang hadir adalah 293 orang dari 579 orang anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI,” jelas Puan Maharani saat membuka rapat.

“Dengan demikian, kuorum telah tercapai dan dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, perkenankan kami selaku pimpinan dewan membuka rapat paripurna DPR RI ke-15 masa persidangan 4 tahun sidang 2025-2026, hari Selasa tanggal 10 Maret 2026 dan kami nyatakan dibuka dan terbuka untuk umum,” sambungnya, diikuti ketukan palu yang menandai awal dari rangkaian kerja legislatif di masa sidang ini.

Fokus pada Agenda Persidangan

Dengan telah dibukanya masa sidang ini secara resmi, DPR RI kini memasuki periode kerja baru. Pidato Ketua DPR yang menjadi agenda tunggal rapat paripurna pembuka ini biasanya memuat garis besar program dan prioritas pembahasan legislasi, pengawasan, dan anggaran untuk bulan-bulan ke depan. Kehadiran anggota yang memenuhi kuorum menunjukkan kesiapan lembaga untuk memulai agenda tersebut, meski dalam pengamatan biasa, dinamika dan intensitas kerja baru akan terlihat seiring berjalannya waktu dan pembahasan isu-isu strategis.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar