PARADAPOS.COM - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara aktif mendatangi kantor-kantor untuk mempermudah pelaporan pajak tahunan. Pada Rabu, 11 Maret 2026, tim dari DJP menyambangi kantor Metro TV di Jakarta guna memberikan pendampingan langsung kepada karyawan dalam mengisi dan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif 'jemput bola' yang bertujuan meningkatkan kepatuhan pajak dengan mengenalkan sistem pelaporan baru bernama Kortek.
Pendampingan Langsung untuk Kemudahan Wajib Pajak
Di tengah kesibukan ruang redaksi, petugas pajak memberikan bimbingan teknis satu per satu. Pendekatan langsung ini dirancang untuk menjawab beragam pertanyaan yang kerap muncul, terutama dari wajib pajak yang belum terlalu familiar dengan prosedur dan formulir perpajakan. Dengan adanya asistensi di tempat, proses yang sering dianggap rumit diharapkan bisa menjadi lebih sederhana dan jelas.
Direktur Utama Metro TV, Arief Suditomo, menyambut positif langkah proaktif ini. Ia menilai kehadiran petugas tidak hanya memberikan solusi praktis tetapi juga membangun kesadaran kolektif.
“Alhamdulillah asistensi dari kantor pajak membuat kami semua punya awareness bahwa pengisian SPT dan penyerahannya merupakan kewajiban kita sebagai warga negara,” tuturnya.
Inisiatif 'Jemput Bola' Tingkatkan Kepatuhan
Program kunjungan ke media ini bukanlah kegiatan insidental. Herry Setiawan, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan dan Kehumasan (P2HUMAS) DJP, menegaskan bahwa ini adalah strategi berkelanjutan untuk mendongkrak penerimaan SPT tepat waktu.
“Hari ini kita di Metro TV. Ini merupakan program kami untuk membantu penerimaan SPT tahun 2025 yang dilaporkan di 2026 oleh para wajib pajak, karena itu merupakan kewajiban,” jelasnya.
Melalui pendekatan yang lebih personal dan edukatif ini, DJP berharap dapat meminimalisir kesalahan pengisian dan menekan angka keterlambatan pelaporan. Upaya ini pada akhirnya tidak hanya mengejar target administrasi, tetapi juga membangun budaya taat pajak sebagai bentuk kontribusi nyata bagi pembangunan negara. Keberhasilan program serupa di berbagai lokasi menjadi pertimbangan penting untuk memperluas jangkauan layanan serupa di masa mendatang.
Artikel Terkait
Heeseung Tinggalkan ENHYPEN, Grup Lanjut dengan Formasi Enam Anggota
Calon Komisioner OJK Targetkan Kapitalisasi Pasar Modal Rp25.000 Triliun pada 2031
Freya JKT48 Laporkan Kasus Manipulasi Foto Pakai AI ke Polisi
Atta dan Aurel Ungkap Strategi Hadapi Anak yang Kritis Soal Penggunaan Gawai