BI Siapkan Rp185,6 Triliun Uang Tunai untuk Program SERAMBI Jelang Lebaran 2026

- Kamis, 12 Maret 2026 | 15:25 WIB
BI Siapkan Rp185,6 Triliun Uang Tunai untuk Program SERAMBI Jelang Lebaran 2026

PARADAPOS.COM - Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia (BI) kembali menggelar program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Inisiatif tahunan ini bertujuan memastikan ketersediaan uang tunai yang layak edar bagi masyarakat, seiring dengan tradisi bagi-bagi uang saat silaturahmi Lebaran. Untuk mendukung hal itu, BI menyiapkan alokasi uang tunai secara nasional sebesar Rp185,6 triliun, dengan peningkatan signifikan di wilayah Priangan Timur yang mencapai Rp2,55 triliun.

Antusiasme Masyarakat dan Mekanisme Penukaran

Antusiasme masyarakat terhadap layanan penukaran uang tahun ini dilaporkan sangat tinggi. Hal ini tampak dari cepatnya kuota pemesanan melalui aplikasi PINTAR habis terisi. Melihat respons tersebut, BI pun mengoptimalkan layanannya di lapangan.

Di wilayah Priangan Timur, layanan penukaran uang disalurkan melalui kas keliling BI dan jaringan bank mitra. Kegiatan ini dibagi dalam dua periode utama, yaitu 23-25 Februari dan 2-12 Maret 2026, guna memberikan fleksibilitas dan kemudahan akses bagi masyarakat.

Pernyataan Resmi Bank Indonesia

Dalam keterangan resminya, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di momen spesial ini. "Program SERAMBI 2026 hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan layak edar, khususnya pada momen Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan uang tunai," jelas pihak BI.

Dorongan Transaksi Digital dan Literasi Keuangan

Selain memastikan kecukupan uang fisik, BI secara paralel mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transaksi digital. Berbagai layanan seperti mobile banking, internet banking, BI-FAST, dan QRIS diharapkan dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.

Menurut BI, langkah ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mengurangi kepadatan dan antrean di pusat perbelanjaan. "Pembayaran digital dapat membuat proses transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga mengurangi antrean serta waktu tunggu transaksi, khususnya di pusat perbelanjaan pada periode Ramadan dan Idulfitri," ujarnya.

Untuk mendukung percepatan ini, BI gencar melakukan edukasi dan sosialisasi literasi keuangan digital di wilayah Priangan Timur, melibatkan berbagai pihak seperti perbankan dan pelaku usaha.

Ajakan untuk Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Di tengah upaya penyediaan uang tunai dan digitalisasi, BI juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya merawat dan mengenali keaslian Rupiah. Masyarakat diajak menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk memastikan keaslian uang.

Selain itu, prinsip perawatan uang 5J juga disosialisasikan: jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, dan dibasahi. Langkah-langkah sederhana ini diharapkan dapat menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat.

Harapan untuk Kelancaran Sistem Pembayaran

Bank Indonesia berharap, sinergi antara penyediaan uang tunai yang memadai, percepatan transaksi digital, serta partisipasi aktif masyarakat dalam bertransaksi secara bijak, akan menciptakan ekosistem pembayaran yang lancar dan andal. Dukungan semua pihak dinilai krusial untuk menyukseskan momen Ramadan dan Idulfitri tahun ini, memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar