Arus Mudik Lebaran 2026 di Cirebon Capai 150 Ribu Kendaraan dalam Tiga Hari

- Senin, 16 Maret 2026 | 23:50 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 di Cirebon Capai 150 Ribu Kendaraan dalam Tiga Hari

PARADAPOS.COM - Arus mudik Lebaran 2026 mulai menunjukkan geliatnya di Kota Cirebon, Jawa Barat. Data resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mencatat sebanyak 150.733 kendaraan telah melintasi kota tersebut dalam tiga hari awal pemantauan, dari H-7 hingga H-5. Lonjakan lalu lintas terlihat signifikan pada H-6, dengan sepeda motor masih menjadi jenis kendaraan yang paling mendominasi jalanan.

Rekapitulasi Data dan Tren Peningkatan

Angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari pemantauan yang dilakukan di titik Traffic Counting (TC) Angleb. Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan, menjelaskan bahwa volume tersebut merupakan akumulasi dari tiga hari pengamatan.

“Total kendaraan yang tercatat melintas mencapai 189.472 unit selama tiga hari pemantauan awal arus mudik,” jelas Andi berdasarkan data real-time, Senin (16/3/2026).

Secara rinci, peningkatan arus terlihat jelas dari hari ke hari. Pada H-7, tercatat 54.822 kendaraan melintas. Jumlah ini kemudian melonjak menjadi 68.552 unit pada H-6, sebelum turun menjadi 27.359 unit pada H-5. Fluktuasi harian ini juga tercermin dari rata-rata kendaraan per jam, yang mencapai puncaknya di angka 2.856 kendaraan per jam pada H-6.

Dominasi Sepeda Motor dan Komposisi Lalu Lintas

Seperti pola tahun-tahun sebelumnya, kendaraan roda dua masih menjadi tulang punggung arus mudik di jalur ini. Pada H-7, sebanyak 42.171 motor tercatat, lalu melonjak menjadi 58.039 unit di H-6, dan 24.337 unit di H-5. Sementara itu, mobil pribadi juga berkontribusi dengan jumlah yang cukup signifikan, masing-masing 8.414, 7.322, dan 1.817 unit dalam tiga hari tersebut.

Selain kendaraan pribadi, arus mudik juga ditopang oleh angkutan umum dan barang, meski volumenya jauh lebih rendah. Data menunjukkan masih adanya pergerakan angkutan umum kecil dan besar, serta angkutan barang dengan berbagai ukuran, yang mengindikasikan bahwa aktivitas logistik dan transportasi publik tetap berjalan di tengah gelombang pemudik.

Antisipasi Menuju Puncak Arus Mudik

Berdasarkan pola yang terpantau, Andi Armawan menilai bahwa puncak arus mudik diperkirakan belum terjadi. Situasi saat ini dinilai sebagai fase awal pergerakan menuju wilayah Cirebon.

“Arus kendaraan diprediksi akan terus meningkat menjelang puncak mudik. Kami terus melakukan pemantauan lalu lintas di sejumlah titik strategis,” ungkapnya.

Menyikapi proyeksi peningkatan ini, Dishub Kota Cirebon telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Langkah-langkah tersebut mencakup pengaturan lalu lintas yang lebih ketat di jalur-jalur arteri utama dan koordinasi intensif dengan aparat kepolisian setempat. Petugas juga telah disiagakan penuh untuk melakukan pemantauan langsung dan rekayasa lalu lintas secara cepat jika terjadi penumpukan atau peningkatan volume kendaraan yang signifikan di titik-titik rawan. Kesiapan ini menjadi kunci untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan jutaan pemudik yang akan melintas.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar