Dua Prajurit Marinir Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat

- Senin, 23 Maret 2026 | 01:00 WIB
Dua Prajurit Marinir Gugur dalam Baku Tembak dengan KKB di Maybrat

PARADAPOS.COM - Dua prajurit Marinir gugur dan satu lainnya terluka dalam sebuah baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Minggu (22/2/2026). Insiden yang terjadi saat patroli rutin ini juga mengakibatkan dua pucuk senjata api milik TNI dirampas oleh kelompok penyerang, yang kemudian melarikan diri ke dalam hutan. Pihak berwenang telah mengevakuasi korban dan kini tengah melakukan operasi pengejaran serta meningkatkan pengamanan di wilayah rawan tersebut.

Kronologi Serangan Mendadak di Kampung Sory

Berdasarkan informasi yang berkembang, insiden berawal ketika pasukan TNI dari Satgas Koops Habema sedang melaksanakan patroli di kawasan yang dikenal rawan konflik. Di Kampung Sory, Distrik Aifat Selatan, pergerakan mereka diduga telah diintai. Tanpa peringatan, kelompok bersenjata melancarkan serangan mendadak yang segera memicu pertukaran tembak sengit di lokasi.

Dalam kontak senjata yang terjadi dengan cepat itu, dua prajurit Marinir dinyatakan gugur. Satu personel lainnya mengalami luka-luka berat. Kondisi medan yang sulit turut mempengaruhi dinamika kejadian.

Korban Jiwa dan Penguatan Evakuasi

Kedua prajurit yang gugur diidentifikasi sebagai Prada Marinir Elki Saputra dari Yonmar 10 dan Prada Marinir Andi Suvio dari Yonmar 7. Sementara, Kopda Marinir Eko Sutikno dari Yonmar 7 mengalami luka serius. Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan mendapatkan perawatan intensif di RSAL dr R Oetojo di Kota Sorong.

Selain menimbulkan korban jiwa, kelompok penyerang juga berhasil melarikan diri dengan membawa dua pucuk senjata api laras panjang milik prajurit. Mereka menghilang ke dalam belantara hutan Maybrat yang lebat, menyulitkan upaya penangkapan seketika.

Respons dan Operasi Penjejakan TNI

Komandan Korem 181/Praja Vira Tama (PVT) Brigjen TNI Slamet Riyadi menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit dalam pelaksanaan tugas. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa operasi pengejaran terhadap pelaku tengah digencarkan secara maksimal.

"Kami sudah memiliki dugaan terhadap pelaku, tetapi akan kami sampaikan setelah informasi benar-benar valid," jelas Brigjen TNI Slamet Riyadi.

Operasi gabungan kini difokuskan pada penyisiran wilayah Maybrat dan jalur hutan yang diduga menjadi rute pelarian. Pengamanan di titik-titik rawan juga diperketat untuk mencegah kemungkinan aksi lanjutan.

Pemetaan Kerawanan dan Strategi Antisipasi

Lebih lanjut, jenderal bintang satu itu mengungkapkan bahwa TNI telah melakukan pemetaan ulang terhadap daerah-daerah rawan. Langkah ini diikuti dengan penambahan pasukan dan penguatan jaringan intelijen untuk mempercepat respons terhadap setiap gangguan keamanan.

“Kami sudah memetakan daerah rawan, termasuk penambahan pasukan dan penguatan intelijen. Identitas kelompok pelaku sudah kami kantongi, namun akan disampaikan setelah terkonfirmasi penuh di lapangan,” tuturnya.

Koordinasi dan pembagian sektor operasi antara satuan di bawah Korem 181/PVT dan Satgas Habema disebut sebagai kunci strategi. Pembagian ini dimaksudkan untuk menutup celah keamanan dan memungkinkan tindakan yang lebih cepat dan terkoordinasi.

“Dengan sektor yang sudah terbagi, kita bisa saling menutup celah. Jika ada gangguan di lapangan, tindakan bisa segera dilakukan,” lanjutnya.

Meski indikasi pelaku telah teridentifikasi, pihaknya menekankan prinsip kehati-hatian sebelum mengumumkan informasi resmi. Penambahan personel dan penguatan intelijen terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai skenario di masa mendatang.

“Sudah ada indikasinya, tapi akan kami sampaikan setelah benar-benar A1 di lapangan,” pungkasnya.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar