PARADAPOS.COM - Seorang calon haji asal Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia karena sakit menjelang keberangkatan, sehingga jumlah jemaah yang akan diberangkatkan dari daerah tersebut berkurang menjadi 73 orang. Peristiwa ini terjadi pada Rabu pagi, 6 Mei 2026, di sebuah rumah sakit setempat. Almarhumah bernama Nenden Rostiati, 82 tahun, warga Kampung Bojong Pilar, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cianjur, Herriyanto, berdasarkan laporan dari pihak keluarga.
Riwayat Penyakit Jantung
Herriyanto mengungkapkan bahwa kabar duka tersebut diterima dari keluarga almarhumah pada Rabu pagi. Menurut keterangan yang dihimpun, Nenden Rostiati memiliki riwayat penyakit jantung yang cukup lama. “Informasi dari keluarga, almarhumah memiliki riwayat penyakit jantung, meninggal tadi pagi di rumah sakit sehingga jumlah calon haji yang berangkat dari Cianjur berkurang satu orang menjadi 73 orang,” jelasnya saat dikonfirmasi.
Suasana haru menyelimuti proses musyawarah yang kini tengah berlangsung antara pihak Kemenhaj dan keluarga almarhumah. Herriyanto menambahkan bahwa hingga saat ini, pihaknya masih mendiskusikan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penggantian atau prosedur lainnya. “Untuk penggantian atau hal lainnya, saat ini masih dilakukan musyawarah terlebih dahulu dengan pihak keluarga,” ujarnya.
Persiapan Keberangkatan Kloter Pertama
Meskipun ada satu jemaah yang wafat, Herriyanto memastikan tidak ada calon haji asal Cianjur yang gagal berangkat karena alasan kesehatan atau administrasi lainnya. Ia menegaskan bahwa seluruh persiapan untuk 73 jemaah yang tersisa sudah rampung seratus persen. Kuota haji Kabupaten Cianjur tahun 2026 berjumlah 73 orang, yang seluruhnya tergabung dalam satu kloter pertama dan satu-satunya dari daerah tersebut.
Jadwal keberangkatan telah ditetapkan pada 17 Mei 2026 mendatang. Berbagai aspek, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga bimbingan manasik, dinyatakan sudah selesai. “Seluruh persiapan sudah siap, termasuk visa juga sudah keluar semua, jadi tinggal menunggu waktu keberangkatan,” tutur Herriyanto menutup keterangannya.
Di tengah persiapan yang matang, kehilangan satu anggota jemaah tentu menyisakan duka mendalam. Namun, proses pemberangkatan tetap berjalan sesuai rencana, dengan harapan para calon haji yang tersisa dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan penuh khidmat.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
12.500 Pelari Siap Ramaikan Digiland Run 2026 di GBK, Padukan Teknologi 5G dan Misi Penghijauan
Inflasi Jakarta Terkendali di 2,32 Persen, Ekonomi Tumbuh 5,59 Persen
Longsor di Tapanuli Utara Tewaskan Dua Orang, Jalan Nasional Tarutung-Sipirok Putus Total
Menteri Agama Imbau Masyarakat Aktif Cegah Hoaks yang Mengancam Kerukunan Umat Beragama