PARADAPOS.COM - Kepolisian Resor (Polres) Bantul mengeluarkan imbauan keselamatan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Pantai Parangtritis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama liburan Lebaran 2026. Imbauan ini disampaikan menyusul dua insiden terpisah pada Minggu (22/3) sore, di mana empat pelajar terseret arus dan berhasil diselamatkan oleh tim SAR. Pihak kepolisian menekankan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rambu serta arahan petugas di pantai yang dikenal memiliki arus berbahaya ("rip current") ini.
Imbauan Tegas dari Polres Bantul
Dalam keterangannya, Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, secara khusus meminta para pengunjung untuk selalu mengutamakan keselamatan. Dia menegaskan bahwa kawasan pantai selatan seperti Parangtritis menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh dianggap remeh, terutama bagi mereka yang kurang memahami karakteristik laut.
“Polres Bantul mengimbau kepada wisatawan agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas wisata di Pantai Parangtritis,” tuturnya di Bantul, Senin.
Lebih lanjut, Iptu Rita menggarisbawahi pentingnya mematuhi seluruh petunjuk dari petugas keamanan pantai dan penjaga pantai (lifeguard). Pengawasan ekstra terhadap anak-anak dan kesigapan melaporkan keadaan darurat juga menjadi poin krusial dalam imbauan tersebut.
Dua Kejadian dalam Satu Hari, Empat Pelajar Diselamatkan
Insiden pertama terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Dua pelajar berusia 12 tahun, masing-masing dari Tamanan dan Mancingan, Bantul, terseret arus saat asyik bermain air di zona "rip current". Mereka sempat tenggelam sebelum akhirnya dievakuasi dengan sigap oleh tim SAR yang berjaga.
“Dengan kejadian tersebut petugas SAR Parangtritis langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke posko SAR untuk diberikan pertolongan lebih lanjut. Kedua korban bisa diselamatkan dan dibawa tim medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelas Iptu Rita.
Belum usai penanganan insiden pertama, sekitar dua jam kemudian, kejadian serupa terulang. Dua pelajar asal Padalarang, Jawa Barat, berusia 15 tahun, juga mengalami nasib serupa di area yang sama. Lagi-lagi, kewaspadaan petugas dan respons cepat menjadi penentu keselamatan kedua remaja tersebut.
Kewaspadaan di Area Rip Current Jadi Kunci
Kedua laporan kejadian menunjukkan pola yang sama: korban terseret saat bermain di area "rip current", yaitu arus balik yang kuat dan berbahaya yang sering tidak terlihat dari permukaan. Arus ini dapat menarik perenang atau orang yang sedang berdiri di air dari bibir pantai menuju ke tengah laut dengan cepat.
“Pastikan anak-anak selalu dalam pengawasan orang dewasa dan segera laporkan jika terjadi keadaan darurat,” tegas Iptu Rita, mengingatkan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan pada momen liburan seperti Lebaran, koordinasi antara petugas kepolisian, tim SAR, dan pengelola pantai menjadi semakin vital. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa edukasi dan pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari korban jiwa di pantai yang indah namun berpotensi bahaya seperti Parangtritis.
Artikel Terkait
Sirkuit Mandalika Dibuka Kembali, Tawarkan Wisata Otomotif Saat Libur Lebaran
Satgas Cartenz Relakan Mudik Lebaran, Jaga Keamanan di Kiwirok
Restoran Cibiuk di Garut Catat Lonjakan Omzet 50% Saat Arus Mudik
Arus Mudik Masih Deras di Jakarta pada H+1 Lebaran