Hotman Paris Turun Tangan, Jemput dan Biayai Perjalanan Korban Pelecehan di Pesantren Pati ke Jakarta

- Kamis, 07 Mei 2026 | 06:25 WIB
Hotman Paris Turun Tangan, Jemput dan Biayai Perjalanan Korban Pelecehan di Pesantren Pati ke Jakarta

PARADAPOS.COM - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea turun tangan dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia secara terbuka mengundang para korban untuk datang ke Jakarta dan berani bersuara. Kasus yang menyeret pengasuh pesantren berinisial Kiai A ini telah memicu perhatian publik luas, dengan Hotman menyatakan siap menanggung biaya perjalanan bagi mereka yang ingin mencari keadilan. Hingga Kamis siang, sejumlah korban sudah dijemput dan diberangkatkan menuju Jakarta oleh tim Hotman 911, termasuk satu pasangan suami istri yang turut menjadi korban.

Hotman Buka Pintu bagi Korban

Suasana di markas Hotman Paris, Kamis pagi, tampak sibuk. Beberapa mobil hitam terparkir rapi, sementara sejumlah orang berdatangan dengan wajah cemas. Hotman, yang dikenal dengan gaya blak-blakannya, memastikan bahwa para santriwati yang menjadi korban tidak perlu takut lagi.

"Bagi para korban santri lainnya yang mau jalan darat ke Jakarta, Hotman bersedia membantu membiayai perjalanan asalkan kalian berani bersuara," ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Pernyataan itu sontak menjadi angin segar bagi para korban yang selama ini mungkin merasa terisolasi. Langkah ini, menurut pengamat hukum yang mengikuti perkembangan kasus, menunjukkan keseriusan Hotman dalam menangani perkara yang sudah mencuat ke permukaan sejak beberapa pekan terakhir.

Korban Buka Suara: Luka Fisik dan Finansial

Di antara rombongan yang berangkat ke Jakarta, terdapat seorang suami yang mendampingi istrinya. Dengan suara terbata-bata, ia mengungkapkan bahwa bukan hanya istrinya yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual, tetapi ia juga mengalami kerugian secara finansial akibat ulah oknum pengasuh pesantren tersebut. Ia berharap kasus ini bisa dibongkar secara terang dan para korban mendapatkan perlindungan hukum yang layak.

"Ini ada lima orang rencananya mau ikut undangan Bapak Hotman Paris. Mau menjelaskan kasus iblis Ashari ini. Harapannya, pondoknya, semuanya dibubarkan," ujar salah satu korban berinisial S.

Suara S terdengar lirih namun penuh tekad. Ia menambahkan bahwa trauma yang dialami para santriwati tidak bisa dianggap enteng. "Korban pelecehan agar mendapat pendampingan karena ini luka seumur hidup," katanya.

Reaksi Publik dan Jumlah Korban yang Mengkhawatirkan

Kasus dugaan pelecehan seksual di pesantren tersebut sebelumnya viral dan memicu reaksi keras masyarakat. Informasi yang beredar menyebutkan jumlah korban mencapai 50 orang, sebuah angka yang cukup mengejutkan dan membuat banyak pihak mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat. Di lapangan, tim Hotman 911 terus bergerak menjemput para korban dari berbagai daerah di Pati dan sekitarnya.

Proses penjemputan dilakukan secara hati-hati untuk menghindari tekanan dari pihak-pihak tertentu. Beberapa korban tampak masih enggan berbicara detail di depan kamera, namun mereka bersedia memberikan kesaksian tertulis kepada tim kuasa hukum. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat bukti di pengadilan nanti.

Hingga berita ini diturunkan, Hotman belum memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai strategi hukum yang akan ditempuh. Namun, komitmennya untuk mendampingi para korban hingga tuntas sudah jelas terdengar di ruang publik.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini