PARADAPOS.COM - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatra Utara melaporkan bahwa dua orang meninggal dunia akibat tanah longsor yang menerjang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada Selasa, 5 Mei 2026. Bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kecamatan Pahe Julu, Desa Hubarat. Selain korban jiwa, longsor juga menyebabkan Jalan Nasional Tarutung-Sipirok putus total dan satu unit mobil bak terbuka rusak parah.
Data Korban dan Kerusakan
Pusdalops mencatat total tiga orang terdampak dalam peristiwa ini. Satu orang berhasil selamat, sementara dua lainnya dinyatakan meninggal dunia. Tidak ada laporan mengenai korban luka maupun warga yang mengungsi akibat bencana tersebut.
Pernyataan Resmi BPBD Sumut
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa laporan tersebut masih bersifat sementara.
"Berdasarkan laporan tidak ada pengungsi dan korban luka," ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu, 6 Mei 2026.
Upaya Penanganan di Lapangan
Yuyun, sapaan akrab Sri Wahyuni Pancasilawati, menjelaskan bahwa berbagai langkah penanganan darurat telah mulai dijalankan oleh sejumlah pemangku kebijakan terkait. Ia menambahkan, BPBD Sumut juga terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk memastikan proses evakuasi dan pemulihan di lokasi terdampak berjalan optimal.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu ke Rp2,69 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
Harga Emas Antam Naik, Buyback Melonjak Rp50.000 ke Rp2.511.000 per Gram
Kejagung Sita 74 Kg Emas dan Rp543 Miliar, Empat Perusahaan Digeledah dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Harga Emas Melonjak 2,4 Persen ke Rekor USD4.343 Setelah Data Tenaga Kerja AS Anjlok dan Ketegangan Timur Tengah Mereda