PARADAPOS.COM - Populasi miliarder di Singapura melonjak lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, dari 28 orang pada 2021 menjadi 63 orang pada 2026. Lonjakan ini tercatat dalam laporan firma konsultan properti Knight Frank yang dirilis Kamis, 7 Mei 2026, dan dikutip oleh media Vietnam, VnExpress. Pertumbuhan ini sejalan dengan akumulasi kekayaan masif di kawasan Asia Pasifik, yang kini mendominasi peta kekayaan global dengan menyumbang 35,9 persen dari total miliarder dunia, atau setara dengan 1.116 individu. Knight Frank memproyeksikan rasio tersebut akan terus menguat hingga 37,5 persen pada 2031.
Proyeksi Pertumbuhan Miliarder di Singapura dan Asia Tenggara
Pada periode yang sama, jumlah miliarder di Singapura diperkirakan akan naik 35 persen menjadi 85 orang. Tren serupa juga diproyeksikan terjadi di beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Indonesia, misalnya, diprediksi akan memiliki 49 miliarder pada 2031, meningkat signifikan dari 33 orang saat ini. Filipina diperkirakan melonjak dari 16 menjadi 26 individu, sementara Malaysia diproyeksikan tumbuh dari 13 menjadi 18 konglomerat.
Asia Tenggara: Episentrum Pertumbuhan Kekayaan Tercepat
Galven Tan, CEO Knight Frank Singapura, dalam pernyataannya yang dikutip dari The Business Times, menyoroti bahwa Asia Tenggara kini menjelma sebagai salah satu episentrum pertumbuhan kekayaan baru yang paling cepat berkembang di dunia. Pernyataan ini didasarkan pada data populasi Ultra High Net Worth (UHNW) atau individu superkaya dengan aset minimal sekitar USD30 juta.
"Sebagai negara kecil dengan luas wilayah geografis hanya 736,3 km persegi pada 2025, laju ekspansi ini secara tidak proporsional melampaui laju ekspansi di banyak pasar negara maju yang lebih besar dan lebih matang," ujar Galven.
Di Singapura, kelompok elite ini melonjak 54,5 persen menjadi 7.171 individu pada 2026, dari sebelumnya 4.642 individu pada 2021. Menjelang 2031, Knight Frank memproyeksikan populasi kelompok ini akan terus bertambah hingga menembus 10.495 individu. Pada periode yang sama, jumlah miliarder diestimasi menyentuh angka 85 orang. Laporan tersebut menegaskan bahwa tren eksponensial ini menempatkan Singapura ke dalam jajaran 10 besar pasar global untuk proyeksi pertumbuhan UHNW dalam lima tahun ke depan, mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pasar dengan konsentrasi individu superkaya terpadat di dunia.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Jalan HR Rasuna Said: Pusat Diplomasi, Pemerintahan, dan Ekonomi di Jantung Jakarta
Kloter Terakhir Gelombang Pertama Haji Indonesia Tiba di Madinah, 440 Jemaah Kalbar dalam Kondisi Sehat
Said Iqbal Peringatkan Konflik AS-Israel-Iran Berpotensi Picu Gelombang Penutupan Pabrik di Indonesia
Menteri Keuangan Pimpin Sidang Pembebasan Hambatan Proyek PLTS Terapung Saguling yang Terkendala Moratorium Gubernur Jabar