Menteri Agama Imbau Masyarakat Aktif Cegah Hoaks yang Mengancam Kerukunan Umat Beragama

- Rabu, 06 Mei 2026 | 14:50 WIB
Menteri Agama Imbau Masyarakat Aktif Cegah Hoaks yang Mengancam Kerukunan Umat Beragama
PARADAPOS.COM - Menteri Agama Nasaruddin Umar secara resmi mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan pencegahan terhadap penyebaran informasi palsu atau hoaks, khususnya yang berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama. Imbauan ini disampaikan sebagai respons atas maraknya konten negatif yang menyasar dirinya dan institusi Kementerian Agama di berbagai platform media sosial. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Antara pada Rabu, 6 Mei 2026, ia mengidentifikasi sejumlah narasi yang sengaja dipelintir untuk menciptakan kesan buruk dan memicu kebencian.

Maraknya Konten Negatif dan Framing di Media Sosial

Nasaruddin mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena akun-akun anonim yang gencar memproduksi narasi provokatif. Ia menilai praktik ini sangat bertentangan dengan esensi ajaran agama yang menjunjung tinggi kebenaran dan kedamaian. "Belakangan ini, saya melihat banyak sekali konten di media sosial yang sengaja dibuat dengan 'framing negatif' yang ditujukan ke Menteri Agama dan Kementerian Agama itu sendiri," ucapnya. Lebih lanjut, ia merinci beberapa contoh isu yang sengaja dihembuskan. Narasi-narasi tersebut, menurutnya, tidak memiliki dasar fakta yang jelas dan hanya bertujuan untuk memecah belah. "Ada narasi yang dipotong, dipelintir, bahkan dikait-kaitkan terkait dukungan terhadap hal-hal yang bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan," ungkap Nasaruddin. "Misalnya ada isu kecewa karena warga tidak mendukung pengumpulan dana 1.000 triliun, isu melarang penyembelihan hewan kurban, isu pengelolaan kas masjid oleh pemerintah, hingga narasi terkait dengan kekerasan seksual," imbuhnya.

Ajakan untuk Tabayun dan Etika Digital

Menghadapi derasnya arus informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, Menteri Agama menegaskan bahwa seluruh klaim yang beredar luas tersebut adalah tidak benar. Ia mendesak publik untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi. "Mari kita jaga ruang di ruang digital tetap sehat dan tabayun. Etika dan tanggung jawab bersama, saring sebelum sharing (disebarkan). Jangan sampai kita nanti tanpa sadar ikut memperpanjang umur hoaks dan fitnah di media sosial," ujar Nasaruddin.

Bantahan Resmi Terkait Isu Dana Rp1.000 Triliun

Salah satu hoaks yang paling menonjol adalah unggahan di media sosial Threads yang menarasikan bahwa Menteri Agama merasa kecewa karena masyarakat tidak mendukung pengumpulan dana sebesar Rp1.000 triliun. Unggahan tersebut disertai foto dan narasi yang menyudutkan. Berdasarkan penelusuran fakta yang dilakukan, tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi dari pemerintah atau pemberitaan dari media kredibel yang mendukung klaim tersebut. Kementerian Agama, melalui akun Instagram resminya, secara tegas membantah adanya pernyataan kekecewaan dari Menteri Agama. Meskipun Nasaruddin Umar memang pernah membahas potensi besar dana umat dalam beberapa kesempatan, seperti dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah pada 24 Februari 2026 dan program siniar Satu Meja pada 25 Maret 2026, pernyataan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan wacana pengumpulan dana Rp1.000 triliun atau rasa kecewa kepada masyarakat. Dengan demikian, klaim yang menyebutkan Menteri Agama kecewa terhadap masyarakat karena tidak mendukung pengumpulan dana Rp1.000 triliun merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar