PARADAPOS.COM - Duta Besar China untuk ASEAN, Wang Qing, menegaskan komitmen negaranya untuk bekerja sama dengan ASEAN dalam mendorong rekonsiliasi dan perdamaian di Myanmar. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan media dan wadah pemikir di Jakarta, Kamis, menyusul rampungnya pemilihan umum yang diselenggarakan junta militer Myanmar awal tahun ini. Situasi ini dianggap sebagai momentum baru untuk mendorong dialog antar pihak yang bertikai.
Momentum Pasca Pemilu Junta
Myanmar baru saja menyelesaikan pemilihan umum yang dikelola junta militer pada Januari lalu. Parlemen hasil pemilu tersebut kemudian menggelar sidang perdananya pada pertengahan Maret. Dalam pandangan diplomat China itu, penyelesaian pemilu ini membuka peluang bagi komunitas internasional, khususnya China dan ASEAN, untuk mengambil langkah strategis.
“Selesainya pemilihan umum di Myanmar memberikan peluang baru bagi kita, termasuk China dan ASEAN, mengambil langkah untuk mendorong otoritas Myanmar dalam mewujudkan rekonsiliasi di sana,” tutur Dubes Wang.
Komunikasi sebagai Jalan Utama
Wang Qing menekankan bahwa pendekatan diplomatik melalui komunikasi yang berkelanjutan adalah kunci untuk mempengaruhi perkembangan di Myanmar. Menurutnya, hanya dengan cara inilah harapan dan nasihat untuk perdamaian dapat disampaikan secara efektif kepada junta militer yang berkuasa.
Ia juga mengapresiasi itikad baik negara-negara ASEAN yang tetap mengakui Myanmar sebagai bagian dari keluarga regional. Komitmen terhadap Konsensus Lima Poin (5PC) sebagai kerangka penyelesaian konflik juga disebutnya sebagai hal yang patut dipertahankan.
“Saat ini adalah peluang kita untuk memengaruhi dan mendorong mereka agar mewujudkan rekonsiliasi serta supaya mereka kembali ke keluarga ASEAN,” lanjutnya.
Komitmen China dan Posisi ASEAN
Diplomat senior China itu menjelaskan bahwa negaranya akan terus berperan aktif dengan berkomunikasi dengan semua pihak terkait. Upaya mendesak penahanan diri dan mendorong stabilitas akan terus dijalankan, dengan semangat kolaborasi bersama ASEAN.
“China akan terus melanjutkan langkah ini, dan saya pikir kami bisa bekerja bersama ASEAN dalam hal ini,” tegas Wang.
Pernyataan ini sejalan dengan sikap Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, yang pada Februari lalu menegaskan bahwa perhimpunan akan tetap terlibat melalui jalur diplomatik. Syaratnya, kekerasan tidak meningkat dan gencatan senjata masih mungkin diupayakan. ASEAN berkomitmen menjalankan kerangka 5PC yang bertujuan mengakhiri kekerasan, memfasilitasi dialog inklusif, dan memastikan bantuan kemanusiaan, tanpa intervensi langsung.
Meski demikian, realitas di lapangan menunjukkan bahwa respons negara-negara ASEAN terhadap pemilu junta masih terbelah. Perbedaan pandangan ini menjadi tantangan tersendiri dalam mencari solusi kolektif untuk krisis yang telah berlangsung sejak kudeta militer 2021 tersebut.
Artikel Terkait
Italia dan Swedia Hadapi Ujian Berat di Semifinal Play-off Piala Dunia 2026
Ahli Ingatkan Pilih Jalur Pendidikan Tepat Lebih Penting dari Sekadar Lolos PTN
KPK Sambut Positif Usulan MAKI Bentuk Panja DPR Usut Pengalihan Tahanan Yaqut
Kebakaran di Manado Hanguskan 14 Rumah, Kebutuhan Bayi Korban Jadi Sorotan