Rumor Reuni PSM Makassar dengan Darije Kalezic Menguat di Tengah Masa Evaluasi

- Rabu, 13 Mei 2026 | 10:01 WIB
Rumor Reuni PSM Makassar dengan Darije Kalezic Menguat di Tengah Masa Evaluasi
PARADAPOS.COM - Nama Darije Kalezic kembali mencuat di tengah masa evaluasi yang tengah dijalani PSM Makassar. Klub berjuluk Pasukan Ramang itu baru saja melewati musim 2025/2026 yang berat, nyaris terseret ke jurang degradasi setelah sebelumnya sempat menjadi juara Liga 1. Kini, rumor reuni dengan pelatih asal Bosnia yang pernah membawa pulang Piala Indonesia 2019 itu mulai menggema, memicu harapan di kalangan suporter akan adanya pembangunan kembali fondasi tim.

Jejak Emosional yang Tak Pernah Pudar

Meskipun masa baktinya tidak selama Bernardo Tavares, kehadiran Kalezic meninggalkan bekas yang mendalam. Ia dianggap sebagai figur yang berhasil mengembalikan identitas kompetitif PSM setelah penantian panjang tanpa trofi. Puncaknya terjadi pada musim 2019, saat ia mempersembahkan gelar Piala Indonesia. Trofi itu terasa sangat istimewa karena mengakhiri dahaga selama 19 tahun tanpa gelar nasional. Saat itu, permainan PSM tampil agresif dan penuh keberanian. Atmosfer di Stadion Andi Mattalatta terasa hidup, dan hubungan antara tim dengan suporter begitu kuat. Namun, di balik keberhasilan itu, perjalanan Kalezic tidaklah mulus. Ia datang ke Makassar dengan skuad yang sudah terbentuk sebelumnya.

Proyek yang Belum Selesai

Kalezic sendiri pernah mengungkapkan bahwa dirinya tidak sepenuhnya terlibat dalam proses perekrutan pemain pada musim 2019. Menurutnya, proyek yang ia bangun bersama PSM sejatinya baru permulaan. Ia merasa pembangunan sesungguhnya seharusnya berjalan pada musim berikutnya. Pernyataan itu kini kembali ramai diperbincangkan seiring munculnya rumor kepulangannya. Banyak suporter yang merasa Kalezic belum mendapatkan kesempatan penuh untuk membangun PSM sesuai visinya. Sebab, meski sukses mempersembahkan trofi, performa tim di liga saat itu belum stabil. PSM kesulitan tampil konsisten di laga tandang sepanjang Liga 1 2019. Tekanan yang terus membesar akhirnya membuat Kalezic mengambil keputusan mengejutkan pada Desember 2019. “Besok akan menjadi pertandingan terakhir saya bersama PSM sebagai pelatih. Tetapi saya bangga pernah menjadi bagian dari klub ini,” ucapnya kala itu, sehari sebelum laga melawan PS Sleman.

Musim Sulit dan Harapan Baru

Meski telah berpisah, hubungan emosional antara Kalezic dan publik Makassar tidak pernah benar-benar putus. Ia masih dikenang sebagai pelatih yang menghadirkan trofi setelah penantian panjang. Gaya kepemimpinannya yang tennamun tegas masih sering dibandingkan dengan para pelatih yang datang setelahnya. Kini, di tengah musim yang berat, namanya kembali muncul sebagai sosok yang dianggap mampu membangun ulang fondasi tim. Musim 2025/2026 menjadi salah satu periode paling berat bagi Pasukan Ramang. Masalah finansial, sanksi transfer, pergantian pelatih, hingga inkonsistensi performa membuat klub kehilangan identitas permainan mereka sepanjang musim ini. Wacana untuk menghadirkan kembali pelatih yang memahami kultur PSM pun mulai mendapat dukungan luas. Kalezic dinilai cocok karena bukan hanya memahami tekanan besar di Makassar, tetapi juga pernah berhasil membangun hubungan emosional yang kuat dengan pemain dan suporter. Reputasinya dalam mengembangkan pemain muda juga menjadi salah satu alasan utama namanya kembali diperhitungkan. Saat pertama datang ke PSM, salah satu tugas utamanya bukan sekadar menghadirkan trofi, tetapi juga membangun regenerasi pemain. Filosofi itu dianggap masih relevan dengan kebutuhan PSM saat ini yang membutuhkan pembangunan jangka panjang, bukan sekadar hasil instan.

Antara Nostalgia dan Kebutuhan

Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen, rumor kepulangan Kalezic terus berkembang di kalangan suporter. Bagi sebagian pendukung PSM, kembalinya sang pelatih bukan hanya soal nostalgia. Mereka melihatnya sebagai peluang untuk memulai kembali proyek besar yang dulu terasa belum selesai. Dan mungkin, setelah bertahun-tahun berlalu, Darije Kalezic memang masih memiliki “utang cerita” bersama PSM Makassar. Sebab di kota yang penuh gairah sepak bola itu, namanya belum pernah benar-benar dilupakan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar