Herdman Bela Sananta: Kontribusi Taktisnya Vital Seperti Giroud

- Minggu, 29 Maret 2026 | 13:25 WIB
Herdman Bela Sananta: Kontribusi Taktisnya Vital Seperti Giroud

PARADAPOS.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membela penyerang Ramadhan Sananta dari kritik publik. Dalam konferensi pers di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (29/3/2026), Herdman menekankan kontribusi taktis Sananta yang dinilainya vital, meski performa fisik pemain itu kerap disorot. Pembelaan ini disampaikan jelang laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, Senin (30/3/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Peran Taktis di Balik Kritik

Publik kerap mempertanyakan penampilan Ramadhan Sananta, terutama terkait daya tahan fisiknya dalam duel dan kecenderungannya terjatuh di momen penting. Namun, dari kacamata pelatih, nilai pemain 25 tahun itu terletak pada hal lain. John Herdman, juru taktik asal Inggris itu, melihat Sananta sebagai sosok pekerja keras yang memberikan sumbangsih besar di luar sekadar mencetak gol.

Menurut analisis Herdman, pergerakan dan posisi Sananta kerap membuka ruang bagi rekan-rekannya. Kemampuannya menjadi lini pertama dalam tekanan (pressing) juga menjadi aset taktis yang memperkuat struktur serangan tim.

Pembelaan dan Perbandingan dengan Giroud

Herdman secara terbuka menyayangkan kritik berlebihan, khususnya di media sosial, yang diterima pemain yang dinilainya selalu bermain dengan sepenuh hati untuk Indonesia. Ia lantas memberikan sebuah perbandingan yang cukup mengejutkan untuk menguatkan argumennya.

"Kami membutuhkan Ramadhan Sananta. Dia selalu memberikan segalanya untuk Indonesia dan bermain dengan hati. Perannya sangat penting dalam membuka ruang dan menjadi lini pertama dalam tekanan," tegas Herdman di hadapan awak media.

Pelatih berusia 50 tahun itu melanjutkan dengan menyoroti pentingnya apresiasi terhadap kontribusi yang tak selalu terlihat di statistik gol.

"Kritik yang berlebihan tidak pantas. Kita harus lebih baik dalam menghargai pemain yang berjuang untuk negara," lanjutnya.

Untuk memberikan perspektif, Herdman pun mengangkat contoh striker timnas Prancis, Olivier Giroud.

"Seperti Olivier Giroud, yang pernah tidak mencetak gol di Piala Dunia, tetapi tetap dihargai karena kontribusinya untuk tim. Sananta juga memainkan peran seperti itu," ungkapnya.

Dampak bagi Pemain Lain dan Harapan untuk Suporter

Lebih jauh, Herdman menjelaskan bahwa kerja keras Sananta di lini depan justru menciptakan peluang bagi pemain-pemain lain. Ia menyebut nama-nama seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Beckham Putra sebagai pihak yang diuntungkan dari ruang yang diciptakan oleh pergerakan Sananta.

Di penghujung pernyataannya, pelatih yang dikenal dengan pendekatan manajemen pemainnya yang detail itu berharap suporter dapat melihat pertandingan dengan kacamata yang lebih luas. Ia mengajak untuk menghargai setiap elemen permainan dan dedikasi para pemain.

"Saya harap suporter bisa melihat kontribusinya secara keseluruhan. Dia sangat bangga membela Indonesia," tutup Herdman, mengakhiri pembelaannya untuk sang striker.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar