PARADAPOS.COM - Hujan deras yang mengguyur Kota Kediri, Jawa Timur, berujung pada insiden robohnya atap sebuah rumah warga di Kelurahan Pakunden, Selasa (31/3/2026) malam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena pemilik rumah sedang tidak berada di dalam. Petugas gabungan dari kelurahan, kecamatan, TNI, dan polisi segera bergerak untuk melakukan penilaian kerusakan dan membantu proses pembersihan puing-puing bangunan.
Kronologi dan Penyebab Diduga
Insiden terjadi di kediaman Sutaji, yang terletak di lingkungan RT 06 RW 01, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren. Menurut penilaian awal petugas di lapangan, robohnya atap diduga kuat disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, kondisi rangka kayu yang sudah lapuk dimakan usia. Kedua, genting lama yang telah jenuh menyerap air hujan selama beberapa hari, sehingga beban yang ditanggung struktur bangunan menjadi berlipat hingga akhirnya ambruk.
Menyikapi kejadian ini, Lurah Pakunden, Lingga Gunawan, menjelaskan bahwa koordinasi dengan berbagai instansi telah dilakukan dengan cepat untuk penanganan darurat.
“Kejadiannya tadi malam. Saat ini kami bersama staf kecamatan, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas sudah berkoordinasi dengan Kalaksa BPBD Kota Kediri, Bapak Joko Ariyanto, untuk melakukan asesmen, tidak hanya itu, kami juga telah melaporkan ke Dinas Perkim,” jelas Lingga.
Penanganan Darurat dan Kondisi Korban
Pasca kejadian, respon tim di laparian berjalan cukup sigap. Sebanyak enam personel Koramil dikerahkan ke lokasi untuk membantu keluarga dan warga sekitar membersihkan serpihan kayu dan genting yang berserakan. Upaya gotong royong ini dilakukan untuk mengamankan lingkungan dan mencegah risiko lanjutan.
Sementara menunggu proses perbaikan, Sutaji, pemilik rumah, terpaksa mengungsi sementara waktu. Ia kini menumpang tinggal di rumah kerabatnya yang berlokasi di Kelurahan Setonopande, tidak jauh dari tempat tinggalnya yang rusak.
Imbauan untuk Warga
Melihat intensitas hujan yang diperkirakan masih akan tinggi dalam beberapa waktu ke depan, pihak kelurahan mengimbau masyarakat, khususnya pemilik rumah dengan konstruksi tua, untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemeriksaan rutin terhadap kondisi atap, rangka, dan saluran air sangat disarankan guna mengantisipasi kejadian serupa. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk pencegahan, mengingat cuaca ekstrem dapat menguji ketahanan bangunan yang sudah berumur.
Artikel Terkait
Banjir Besar Landa Ghana, 34 Tewas dan Hampir 90.000 Warga Mengungsi
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Capai 1.400 Meter dan Hujan Kerikil Landa Sejumlah Desa
Polresta Yogyakarta Tetapkan 14 Pengasuh Baru sebagai Tersangka Kekerasan di Daycare Little Aresha, Total Jadi 27 Orang
Harga Minyak Dunia Stagnan di Tengah Optimisme Negosiasi Damai AS-Iran