Mensos Desak OKU Timur Realisasikan Sekolah Rakyat, Siapkan Lahan 9,6 Hektare

- Rabu, 01 April 2026 | 14:25 WIB
Mensos Desak OKU Timur Realisasikan Sekolah Rakyat, Siapkan Lahan 9,6 Hektare

PARADAPOS.COM - Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendesak Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur untuk segera merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat. Program pendidikan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memutus siklus kemiskinan melalui pemberian akses pendidikan dan fasilitas hidup lengkap bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dorongan Langsung dari Mentri Sosial

Dorongan tersebut disampaikan Gus Ipul—sapaan akrab Menteri Sosial—saat menerima kunjungan Bupati OKU Timur H. Lanosin dan Bupati Sambas Satono di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat. Pertemuan yang juga dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono ini secara khusus membahas kesiapan teknis daerah dalam menindaklanjuti program prioritas pemerintah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa program ini dirancang untuk memuliakan masyarakat dari golongan ekonomi terbawah.

"Karena Pak Presiden itu memuliakan warga Pak Bupati yang di Desil 1 dan Desil 2. Kalau enggak (program Sekolah Rakyat) disambut, rugi," tuturnya.

"Ini sudah bagus, harus jadi (Sekolah Rakyat di OKU Timur). Saya kawal ini," tegas Gus Ipul menambahkan komitmennya.

Syarat Teknis dan Fasilitas yang Disediakan

Menteri Sosial kemudian memaparkan sejumlah persyaratan mendasar yang wajib dipenuhi pemda. Syarat utama adalah ketersediaan lahan minimal seluas 7 hektare. Lahan tersebut harus berstatus clean and clear, bersertifikat, bebas sengketa, milik pemerintah daerah, tidak rawan bencana, serta memiliki akses jalan yang mudah.

"Harus dipenuhi dulu syarat-syaratnya," ujarnya menegaskan prinsip kehati-hatian.

Jika semua prasyarat terpenuhi, para siswa yang terpilih akan menikmati fasilitas pendidikan komprehensif. Mulai dari asrama, makanan bergizi tiga kali sehari ditambah dua kali snack, delapan set seragam, pemeriksaan kesehatan rutin, hingga kelengkapan belajar seperti laptop. Gus Ipul juga menekaskan bahwa kuota pendidikan ini bersifat khusus untuk putra-putri daerah.

"Yang bisa sekolah di situ warga OKU Timur, enggak bisa yang lain," jelasnya.

Komitmen dan Kesiapan Dua Daerah

Menanggapi arahan tersebut, Bupati OKU Timur H. Lanosin menyatakan kesiapan penuh daerahnya. Ia mengungkapkan bahwa lahan seluas 9,6 hektare telah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

"Apapun persyaratannya, kita siap melaksanakan Sekolah Rakyat," ungkap Lanosin dengan penuh keyakinan.

Kesiapan serupa ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas. Bupati Satono menyebut bahwa proposal resmi beserta kelengkapan administrasi lahan telah diajukan sejak Mei tahun sebelumnya, menunjukkan keseriusan jangka panjang.

"Pertama menyerahkan proposal langsung kira-kira bulan Mei tahun lalu, dan sertifikat tanah bukan hanya hari ini, sebelumnya sudah ada sertifikat," papar Satono.

Lokasi yang diusulkan berada di Jagur, Sambas, seluas 9,33 hektare. Menurutnya, lahan tersebut telah memenuhi kelayakan teknis, didukung ketersediaan air bersih dan kontur tanah yang datar.

Peringatan Tegas Bebas KKN

Di akhir pembahasan, Gus Ipul menyelipkan pesan penting mengenai integritas pelaksanaan. Ia mengingatkan seluruh pihak agar program yang bernilai strategis ini harus dijalankan dengan prinsip keadilan dan transparansi, jauh dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

"Jadi harus direspons, pemerintah daerah tidak boleh dibiarkan harus dijawab dan jangan sampai ada KKN," kata Gus Ipul mengingatkan sebagai penutup.

Sementara itu, untuk Kabupaten Sambas, Gus Ipul meminta agar pengajuan lahan mereka dapat masuk dalam tahap ketiga yang ditargetkan pada Oktober 2026.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar