MIND ID Luncurkan Film Dokumenter untuk Edukasi Publik dan Kohesi Internal

- Rabu, 01 April 2026 | 19:25 WIB
MIND ID Luncurkan Film Dokumenter untuk Edukasi Publik dan Kohesi Internal

PARADAPOS.COM - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, meluncurkan film dokumenter berjudul "The Mind Journey: For Indonesia and The World" sebagai upaya edukasi publik mengenai praktik pertambangan yang baik dan bertanggung jawab. Film yang diresmikan di Jakarta pada Rabu (1/4) malam itu juga bertujuan memperkuat kohesi internal di antara enam perusahaan anggota holding di bawah naungan MIND ID.

Edukasi Publik Melalui Media Visual

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan bahwa film dokumenter ini menjadi media yang efektif untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi tambang secara berkelanjutan. Ia mengakui bahwa aktivitas pertambangan memang mengubah bentang alam, namun perubahan itu dapat dikelola dengan prinsip-prinsip yang tepat.

“Iya betul, tambang itu merubah permukaan, tetapi kalau dilaksanakan dengan semangat dan nilai-nilai good practice mining, kita akan melihat bagaimana anggota holding melakukan nilai-nilai good practice mining. Mulai dari merencanakan sampai dengan melakukan operasional hingga pascatambang,” jelas Maroef.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menyampaikan narasi yang seimbang kepada masyarakat. Banyak perangkat yang digunakan dalam keseharian, kata dia, bersumber dari hasil tambang. Oleh karena itu, edukasi yang komprehensif dan mudah dipahami sangat diperlukan.

“Jadi supaya kita betul-betul bisa mengedukasi kepada masyarakat. Saya berpikir kita yang harus memberikan edukasi dengan cara menampilkan sesuatu melalui satu media,” ungkapnya.

Menyatukan Visi di Bawah Satu Payung

Selain sebagai alat edukasi, film ini juga berfungsi sebagai jembatan untuk mengenalkan dan menyelaraskan budaya kerja antaranggota holding, yang terdiri dari PT ANTAM Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT INALUM, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk. Masing-masing perusahaan memiliki sejarah dan karakter operasional yang unik.

“Saya berpikir pada saat awal masuk di MIND ID bahwa masing-masing anggota holding ini harus satu sama lain menjadi satu di bawah naungan MIND ID,” kata Maroef.

Menghadapi tantangan untuk menyatukan budaya kerja yang telah mengakar, Maroef mencari sebuah wadah yang dapat dengan mudah dilihat dan didengar oleh seluruh elemen. Film dokumenter dipandang sebagai solusi yang tepat untuk tujuan tersebut.

“Bagaimana caranya mengorkestrasi ini dengan budaya kerja yang sudah terbentuk sekian lama dan berbeda-beda? Jadi saya berpikir mungkin perlu ada satu wadah, ada satu cara yang bisa memberikan yang gampang dilihat dan juga bisa didengar. Ya apa itu? Ya melalui film,” ujarnya lagi.

Melalui medium visual, diharapkan dapat tercipta satu nilai budaya bersama yang dipahami semua pihak, memperkuat identitas sebagai satu kesatuan.

“Karena kita dalam satu payung, satu rumah bersama, harus saling tahu. Bagaimana caranya? Ya kita wujudkan dengan memberikan satu presentasi yang bisa menarik dan bisa dilihat dan didengar. Apa itu? Film. Itu maksud tujuan saya secara internal mengadakan ini,” tegas Maroef.

Mengangkat Kontribusi dari Sumatera hingga Papua

Film dokumenter "The Mind Journey: For Indonesia and The World" secara visual mengajak penonton menyusuri jejak operasi anggota MIND ID dari ujung barat hingga timur Indonesia. Episode-episodenya tidak hanya menampilkan aktivitas penambangan, tetapi lebih menitikberatkan pada praktik keberlanjutan, seperti proses reklamasi lahan pascatambang yang hati-hati hingga program pemberdayaan masyarakat seperti mobil pintar keliling untuk pendidikan.

Dengan total 13 episode, film ini diproduseri oleh pasangan sineas Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen, yang juga bertindak sebagai host. Kehadiran mereka diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan kompleks seputar industri tambang dengan pendekatan yang lebih personal dan mudah diterima berbagai kalangan.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar