PARADAPOS.COM - United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur dalam serangan di Lebanon selatan. Upacara yang penuh khidmat ini dilaksanakan di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas pengabdian mereka dalam misi perdamaian PBB. Ketiga prajurit tersebut dianugerahi penghargaan anumerta dari PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Penghormatan Terakhir di Bumi Pengabdian
Dalam upacara yang dihadiri oleh pejabat tinggi militer dan diplomatik itu, tiga petugas perdamaian Indonesia dikenang sebagai pahlawan yang berkorban demi tugas mulia. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Bendera PBB yang berkibar setengah tiang menjadi saksi bisu duka yang menyelimuti seluruh kontingen perdamaian di lokasi kejadian.
Ucapan Duka dari Pimpinan Misi
Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam. Dalam pidatonya, ia menegaskan komitmen dan keberanian yang ditunjukkan oleh ketiga prajurit hingga detik terakhir.
“Mereka datang ke sini jauh dari rumah, dengan satu tujuan—untuk melayani perdamaian. Mereka melakukannya dengan berani. Mereka melakukannya dengan penuh kehormatan. Mereka melakukannya hingga akhir hayat,” ungkap Abagnara, mengutip pernyataan resmi dari situs UNIFIL.
Abagnara juga menyampaikan pesan khusus kepada keluarga yang ditinggalkan, mengakui betapa dalamnya rasa kehilangan yang mereka tanggung.
“Tidak ada kata-kata yang dapat menghilangkan rasa sakit Anda. Tetapi ketahuilah ini, mereka tidak dilupakan. Mereka akan tetap menjadi bagian dari misi ini, bagian dari kita semua,” tegasnya.
Dukungan dari Seluruh Pihak
Upacara ini menegaskan solidaritas internasional dalam misi perdamaian. Turut hadir memberikan penghormatan antara lain Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon, Imran Riza; Brigjen Firas Tarchichi yang mewakili pimpinan militer Lebanon; serta Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar. Kehadiran mereka merupakan simbol penghargaan kolektif atas pengorbanan personel perdamaian di medan tugas yang penuh risiko.
Latar Belakang Insiden Memilukan
Ketiga prajurit gugur dalam rentetan insiden berbahaya di Lebanon selatan. Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur lebih dulu pada Minggu (29/3) akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan yang melanda wilayah perbatasan. Dua personel lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, kemudian dikonfirmasi gugur pada hari berikutnya, Senin (30/3), seiring dengan meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut. Gugurnya mereka menyoroti kompleksitas dan bahaya nyata yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB di lapangan.
Artikel Terkait
TVRI Gelar Fun Walk Bola Gembira Serentak di 26 Provinsi Awal April
Indonesia Soroti Dunia dengan Transformasi Digital Pendidikan, 288 Ribu Kelas Sudah Gunakan Panel Interaktif
Pemerintah Bentuk Pusat Karier Migran di 38 Poltekkes untuk Akses Global Tenaga Kesehatan
JTT Terapkan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Arus Mudik Jumat Agung