BMKG Imbau Warga Kalteng Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

- Jumat, 03 April 2026 | 11:50 WIB
BMKG Imbau Warga Kalteng Waspada Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini untuk seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir dalam sepekan ke depan, mulai Jumat, 3 April 2025.

Wilayah yang Perlu Siaga

Peringatan ini berlaku luas, mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Daerah yang dimaksud meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Sukamara, Lamandau, Seruyan, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur. Imbauan ini dikeluarkan menyusul analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan kondisi mendukung pertumbuhan awan penghujan berskala luas.

Potensi Dampak dan Ancaman Bencana

BMKG tidak hanya memperingatkan tentang fenomena cuacanya, tetapi juga mengingatkan sejumlah dampak ikutan yang berpotensi membahayakan. Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama berisiko memicu bencana hidrometeorologi.

Prakirawan BMKG Kalteng, Muhamad Ihsan Sidiq, menjelaskan, "Antara lain genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang."

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ancaman tidak hanya berasal dari langit, tetapi juga dari kondisi tanah dan infrastruktur yang mungkin tidak stabil menerima beban air berlebih dan terpaan angin kencang.

Mengenali Tanda Alam dan Langkah Antisipasi

Secara khusus, Ihsan juga membagikan pengetahuan praktis untuk mengenali tanda-tanda alam sebelum cuaca ekstrem terjadi. Menurutnya, fenomena ini biasanya didahului oleh pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus (CB) yang tampak menjulang tinggi seperti bunga kol.

"Pertumbuhan awan CB merupakan tanda-tanda terjadinya hujan disertai angin kencang diikuti sambaran petir," ungkapnya.

Menyikapi hal itu, ia memberikan panduan keselamatan langsung. Masyarakat yang melihat tanda-tanda tersebut disarankan segera mencari tempat berlindung yang aman. Tempat teduh di bawah pohon justru harus dihindari karena berisiko tinggi terhadap sambaran petir dan kemungkinan pohon tumbang. Demikian pula, menjauhi papan reklame, baliho, area lapangan terbuka, dan objek-objek tinggi lainnya adalah langkah bijak untuk meminimalisir risiko.

Koordinasi dan Akses Informasi Terkini

Di balik layar, upaya antisipasi juga terus dilakukan. BMKG menyatakan bahwa koordinasi rutin dengan pemerintah daerah dan instansi terkait telah berjalan untuk memetakan kerentanan dan memantau perkembangan cuaca secara lebih detail. Tujuannya jelas: mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih terarah sebelum bencana mungkin terjadi.

Bagi publik, Ihsan menekankan pentingnya mengandalkan informasi dari sumber resmi. "Masyarakat di wilayah setempat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, dan berbagai media sosial BMKG," jelasnya, mengingatkan agar selalu merujuk pada pembaruan data terkini dari otoritas yang berwenang di bidang cuaca dan iklim.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar