Presiden Prabowo Panggil Gubernur BI dan Menkeu ke Istana di Tengah Rupiah Mendekati 17.700 per Dolar AS

- Senin, 18 Mei 2026 | 15:01 WIB
Presiden Prabowo Panggil Gubernur BI dan Menkeu ke Istana di Tengah Rupiah Mendekati 17.700 per Dolar AS
PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (18/5) di tengah tekanan nilai tukar rupiah yang terus merosot mendekati level 17.700 per dolar AS. Pertemuan itu berlangsung saat kurs rupiah terpantau melemah 0,4 persen dan ditutup di angka 17.666 per dolar AS, memicu spekulasi mengenai langkah-langkah darurat yang akan diambil pemerintah.

Kedatangan Para Pejabat dan Suasana di Istana

Perry Warjiyo tiba di kompleks Istana sekitar pukul 16.00 WIB. Ia memasuki area dalam melalui gerbang “pilar” yang menghadap langsung ke Jalan Juanda. Saat dicegat awak media, Perry enggan berkomentar panjang. Ia hanya melontarkan kalimat singkat seraya terus melangkah masuk. “Terima kasih, terima kasih, ya,” katanya. Beberapa saat kemudian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyusul. Sikapnya tak jauh berbeda. Ia mengaku belum mengetahui agenda pasti pertemuan tersebut. “Saya belum tahu, saya diundang saja nih. Nanti saja setelah pertemuan baru bicara ya,” ujarnya. Selain kedua pejabat tersebut, Presiden Prabowo juga mengundang sejumlah menteri Kabinet Merah Putih lainnya. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto.

Tekanan Politik terhadap Gubernur BI

Kehadiran Perry di Istana pada hari ini merupakan yang kedua kalinya dalam sebulan terakhir. Ia tengah menghadapi tekanan politik yang cukup kuat akibat pelemahan rupiah yang berkepanjangan. Tekanan itu salah satunya datang dari Anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN, Primus Yustisio. Dalam rapat kerja bersama Bank Indonesia di DPR pada hari yang sama, Primus secara terbuka mendesak Perry untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Ia menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan anomali. “Menurut saya pribadi, Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust dan menyampingkan kredibilitasnya,” ujar Primus dalam rapat tersebut. Primus menyoroti bahwa meskipun data kinerja ekonomi menunjukkan pertumbuhan mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026, kurs rupiah justru terus melemah. Menurutnya, situasi ini tidak masuk akal dan mencoreng kredibilitas bank sentral.

Pertemuan Sebelumnya dan Pergerakan Rupiah

Perry sebelumnya juga sempat dipanggil menghadap Presiden Prabowo pada 5 Mei lalu. Saat itu, kurs rupiah baru saja menembus level 17.400 per dolar AS. Ia hadir bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lainnya, yakni Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Frederica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, dan Menteri Keuangan Purbaya. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada hari ini cukup fluktuatif. Rupiah dibuka di level 17.628 per dolar AS dan sempat bergerak dalam rentang 17.627 hingga 17.684 per dolar AS. Pada akhir perdagangan, rupiah ditutup melemah 0,4 persen.

Pernyataan Kontroversial Presiden soal Dolar dan Warga Desa

Pelemahan rupiah kali ini terjadi hanya berselang sehari setelah pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang memicu perdebatan publik. Dalam sebuah acara peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5), Prabowo menyebut bahwa fluktuasi dolar AS tidak akan berdampak pada kehidupan warga desa. “Selama Purbaya (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa) bisa senyum, tenang saja tidak usah khawatir. Mau dolar berapa ribu (rupiah) kek, kalian di desa-desa tidak pakai dolar,” kata Prabowo dalam sambutannya yang dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden. Ia kemudian menuding pihak-pihak yang merasa khawatir dan pusing dengan pergerakan kurs rupiah adalah mereka yang sering bepergian ke luar negeri. Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. “Orang mau bilang apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita,” ujarnya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar