Jembatan Gantung Akhiri Puluhan Tahun Keterisolasian Warga Boyolali

- Sabtu, 04 April 2026 | 09:50 WIB
Jembatan Gantung Akhiri Puluhan Tahun Keterisolasian Warga Boyolali

PARADAPOS.COM - Puluhan tahun lamanya, warga Dukuh Bolo Tangkil di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terpaksa mempertaruhkan nyawa dengan menyeberangi Sungai Serang yang berarus deras demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keterisolasian yang menghambat mobilitas untuk sekolah, bekerja, dan berobat itu kini mulai menemui titik terang. Sebuah jembatan gantung sepanjang sekitar 100 meter tengah dibangun sebagai solusi permanen, mengakhiri ketergantungan warga pada jalur memutar sejauh 8,5 kilometer atau penyeberangan berbahaya.

Mengakhiri Puluhan Tahun Keterisolasian

Pembangunan Jembatan Gantung Bolo Wetan di Desa Bolo, Kecamatan Wonosegoro, ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah. Infrastruktur dasar ini diharapkan menjadi jawaban atas problem akses yang telah berlangsung sangat lama. Sungai Serang, dengan lebar lebih dari 85 meter, menjadi pemisah alamiah yang kerap meluap saat musim hujan, sehingga memutus aktivitas warga sepenuhnya.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Bolo, Budi Purnomo, memaparkan betapa beratnya kondisi yang dihadapi masyarakat. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani, pekerja, dan pelajar harus menempuh rute memutar yang sangat jauh untuk mencapai pusat desa di seberang sungai.

“Masyarakat bersyukur karena aktivitas anak sekolah dan petani itu bisa lancar, tidak perlu memutar jauh,” ucap Budi Purnomo di Boyolali, Sabtu, 4 April 2026.

Harapan yang Tertunda Sejak 1992

Gagasan untuk membangun jembatan di lokasi tersebut sebenarnya bukan hal baru. Kepala Dusun Pulo Wetan, Jawadi, mengungkapkan bahwa wacana ini telah mengemuka sejak 1992. Namun, mimpi itu kandas selama puluhan tahun lantaran terkendala biaya pembangunan yang sangat besar dan ketiadaan akses untuk mengajukan permohonan bantuan ke pemerintah.

Dampaknya langsung dirasakan oleh generasi demi generasi. Anak-anak sekolah dasar kerap harus dituntun orang tua mereka saat menyeberangi sungai, sebuah pemandangan yang memprihatinkan sekaligus berisiko tinggi.

“Selain itu, banyak petani yang lahannya itu berada di seberang sungai. Jadi dengan jembatan ini, proses angkut hasil panen bisa jadi lebih mudah,” jelas Jawadi.

Partisipasi Masyarakat dan Target Penyelesaian

Proyek yang dinantikan ini kini dilaksanakan dengan semangat gotong royong, melibatkan partisipasi aktif warga setempat. Targetnya, pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan ke depan. Kehadiran jembatan ini bukan sekadar penghubung fisik, tetapi juga diharapkan menjadi penggerak roda perekonomian dan peningkatan kesejahteraan di kawasan tersebut.

Budi Purnomo juga menyampaikan apresiasi masyarakat yang mendalam atas realisasi program Jembatan Garuda ini.

“Saya mewakili warga Desa Bolo mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan oleh warga dan semoga Bapak Presiden selalu diberi kesehatan,” tuturnya.

Rasa syukur serupa diungkapkan oleh perwakilan warga, Jawadi, yang menutup pernyataannya dengan harapan.

“Saya sebagai wakil dari masyarakat, berterima kasih sekali kepada Bapak Prabowo atas jembatan di Desa Bolo ini. Semoga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat banyak,” pungkasnya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar