PARADAPOS.COM - PT Bank Mega Syariah mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp79,97 miliar pada kuartal I-2026, melonjak lebih dari 51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja positif ini ditopang oleh pertumbuhan portofolio pembiayaan konsumer yang mencapai Rp586 miliar hingga April 2026, atau naik 23 persen secara tahunan. Produk pembiayaan emas, Flexi Gold, menjadi salah satu motor utama dengan outstanding lebih dari Rp31 miliar dan pertumbuhan year to date (ytd) yang spektakuler, mencapai 1.236 persen.
Pembiayaan Konsumer Tumbuh 23 Persen, Flexi Gold Jadi Primadona
Pertumbuhan pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah tidak merata di seluruh wilayah. Hingga April 2026, area 1 yang meliputi Jakarta dan sekitarnya masih mendominasi dengan nilai pembiayaan mencapai Rp202,7 miliar. Disusul oleh Area 4 sebesar Rp122,9 miliar dan Area 3 sebesar Rp98 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap pembiayaan ritel dan investasi jangka panjang masih tinggi di pusat-pusat ekonomi utama.
Salah satu produk yang mencuri perhatian adalah Flexi Gold, pembiayaan emas dengan skema cicilan. Per April 2026, produk ini mencatatkan outstanding lebih dari Rp31 miliar. Yang lebih menarik, kualitas pembiayaannya sangat terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) di level nol persen. Artinya, tidak ada pembiayaan macet sama sekali dari produk ini.
"Pertumbuhan pembiayaan konsumer menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan yang lebih fleksibel dan terencana masih cukup tinggi, termasuk untuk kepemilikan emas secara bertahap," ujar Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Dari Konsumtif ke Produktif: Pergeseran Pola Pembiayaan
Menurut Benadicto, saat ini terjadi pergeseran pola pemanfaatan pembiayaan konsumer. Masyarakat tidak lagi hanya menggunakannya untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek, tetapi juga mulai mengarahkannya untuk perencanaan keuangan jangka panjang. Hal ini terlihat dari besarnya minat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan yang terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.
Pergeseran ini juga berdampak positif pada pendapatan perseroan. Pada April 2026, pendapatan dari segmen konsumer mencapai Rp5,4 miliar, tumbuh 12,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini menjadi indikator bahwa strategi pembiayaan yang lebih terencana mulai membuahkan hasil.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat pembiayaan konsumer melalui pengembangan produk berbasis kebutuhan masyarakat serta memperluas akses layanan pembiayaan di berbagai wilayah," ungkap Benadicto.
Kinerja Keuangan Solid di Tengah Ekspansi
Secara keseluruhan, total pembiayaan yang disalurkan Bank Mega Syariah tercatat lebih dari Rp9,26 triliun hingga April 2026. Angka ini tumbuh lebih dari 7,2 persen dari posisi akhir 2025 yang sebesar Rp8,64 triliun. Pertumbuhan ini tidak hanya didorong oleh segmen konsumer, tetapi juga oleh segmen lainnya.
Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, pendapatan dari piutang meningkat signifikan. Hingga triwulan I-2026, pendapatan dari piutang mencapai lebih dari Rp118 miliar, tumbuh sekitar 40,9 persen. Sementara itu, pendapatan bagi hasil juga mengalami kenaikan sekitar 4,7 persen menjadi lebih dari Rp114,73 miliar.
"Peningkatan kinerja ini terutama ditopang oleh pertumbuhan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang mencapai Rp191,60 miliar, naik lebih dari 20 persen," jelas Benadicto.
Dengan laba sebelum pajak yang menembus Rp79,97 miliar, Bank Mega Syariah menunjukkan bahwa strategi fokus pada pembiayaan konsumer dan produk emas syariah mampu mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Editor: Bagus Kurnia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Akan Sampaikan Langsung Kerangka Ekonomi Makro dan Kebijakan Fiskal APBN 2027 di Sidang Paripurna DPR
Analis Peringatkan Pemerintah soal Ancaman Sistematis yang Bisa Ganggu Stabilitas Politik
Polda Jateng Tetapkan Perempuan Berinisial L sebagai Terduga Pelaku Lomba Komentar Rasis, Anak Perwira Polisi
Peternak Unggas Terhimpit Biaya Produksi Melonjak, Harga Jual Anjlok