PARADAPOS.COM - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan tekad pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan pangan dunia. Pernyataan ini disampaikan saat meninjau Gudang Bulog Panaikang di Makassar, didampingi Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq, pada Minggu (9/6). Dalam kesempatan itu, Mentan mengajak seluruh elemen bangsa bersatu untuk memperkuat ketahanan nasional guna mewujudkan masa depan yang mandiri dan berkelanjutan.
Visi Indonesia sebagai Kekuatan Pangan Global
Dengan nada optimistis, Amran Sulaiman menggambarkan visi jangka panjang Indonesia. Ia meyakini, dengan kekuatan di sektor air, pangan, energi, dan protein, bangsa ini memiliki fondasi yang kokoh. Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang disebutnya visioner dinilai mampu mengarahkan pembangunan menuju kemandirian di berbagai sektor strategis tersebut.
"Kita ingin ribuan tahun ke depan ini Republik (Indonesia), bertahan dan dalam waktu singkat Indonesia superpower," ucapnya.
Tantangan Menuju Kemandirian
Di balik optimisme itu, Mentan tidak menampik adanya tantangan. Ia secara terbuka mengingatkan bahwa masih ada pihak-pihak yang diduga tidak menginginkan Indonesia mandiri. Kelompok tersebut, menurut analisisnya, bisa berasal dari kalangan tertentu dengan kepentingan tersendiri, bahkan mengindikasikan praktik yang tidak sehat.
“Pihak tersebut, menurutnya, bisa saja berorientasi pada kepentingan negara lain dan merasa diuntungkan jika Indonesia mengalami kesulitan, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan ke depan,” jelas Amran.
Indikator Kemajuan dan Capaian Nyata
Meski menghadapi tantangan, kondisi terkini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Amran memastikan ketersediaan pangan dalam keadaan aman, kebutuhan protein tercukupi, dan ketergantungan impor energi terus berkurang. Ekspor hasil pertanian juga disebut meningkat, disertai klaim bahwa kesejahteraan petani saat ini berada pada titik tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Sebagai bukti konkret, ia menyebutkan lompatan produksi di Sulawesi Selatan yang naik dari sekitar 300 ribu ton menjadi 761 ribu ton. Secara nasional, stok beras pemerintah dilaporkan mencapai 4,5 juta ton dan diproyeksikan terus bertambah.
“Secara nasional, stok beras saat ini mencapai 4,5 juta ton. Dalam 20 hari ke depan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton, bahkan berpotensi mencapai 6 juta ton dalam dua bulan mendatang,” ungkapnya.
Angka ini, jika dibandingkan dengan stok pada periode sama di tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1,5 juta ton, menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Ajakan Bersatu dan Kontribusi Bersama
Menyikapi capaian ini, Amran mengajak masyarakat untuk bersyukur sekaligus menjaga momentum. Ia menekankan bahwa negara ini adalah milik bersama, sehingga keberlanjutan pembangunannya membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Dalam konteks demokrasi, kritik tetap diapresiasi, namun setiap warga negara juga memiliki peluang untuk berkontribusi lebih nyata, termasuk menjadi bagian dari pemerintahan.
Dengan semangat kebersamaan itu, Mentan menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa Indonesia tidak hanya dapat menjadi negara maju, tetapi juga berpotensi tumbuh sebagai kekuatan besar yang diperhitungkan di dunia.
Artikel Terkait
Pasar Tempo Dulu di Sukoharjo Hidupkan Kembali Kuliner Tradisional Nusantara
Kominfo Resmi Berlakukan Sistem Rating Game IGRS, Picu Kekhawatiran Blokir dan Beban Baru bagi Industri
Banjir Demak Surut, Satu Korban Jiwa Ditemukan
Menteri Luar Negeri Iran Peringatkan Dampak Radiasi Serangan PLTN Bushehr ke Negara Teluk