PARADAPOS.COM - Cuaca ekstrem yang melanda Bali Barat pada Minggu (5/4/2026) memicu serangkaian bencana alam di Kabupaten Jembrana. Hingga petang hari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat setidaknya tujuh titik kejadian yang didominasi banjir kiriman, disertai laporan tanah longsor dan pohon tumbang. Petugas gabungan kini berjibaku melakukan pendataan warga terdampak dan membersihkan material sisa bencana.
Mendoyo Jadi Wilayah Terparah
Dari sejumlah lokasi yang terdampak, Kecamatan Mendoyo mencatat kerusakan paling signifikan. Data sementara BPBD menunjukkan, banjir telah merendam sekitar seratusan rumah warga di Desa Mendoyo Dauh Tukad. Air yang berasal dari luapan sungai yang tak lagi mampu menampung debit hujan itu mencapai ketinggian rata-rata setinggi lutut orang dewasa, menggenangi permukiman dan mengganggu aktivitas warga.
Selain di titik tersebut, genangan air juga meluas ke beberapa wilayah lain, termasuk Kelurahan Tegalcangkring, Desa Yehembang, Desa Delod Berawah, hingga Desa Yehkuning di Kecamatan Jembrana. Situasi ini menggambarkan sebaran dampak yang cukup luas akibat intensitas hujan yang tinggi.
Laporan Resmi dan Tanggapan Awal
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, memberikan konfirmasi mengenai perkembangan situasi hingga Minggu petang.
"Hingga Minggu petang, kami menerima laporan di tujuh titik bencana. Mayoritas adalah banjir kiriman, namun ada juga laporan satu titik tanah longsor dan pohon tumbang," jelasnya.
Longsor dan Upaya Pemulihan Akses
Selain banjir, bencana pergerakan tanah dilaporkan terjadi di Banjar Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo. Material tanah dan bebatuan yang longsor sempat menutupi akses jalan desa, memaksa warga dan petugas untuk bekerja sama melakukan pembersihan secara manual demi membuka jalur transportasi.
Menyikapi hal ini, BPBD Jembrana telah merencanakan pengerahan alat berat ke lokasi longsor. Langkah ini diambil untuk mempercepat proses normalisasi jalan yang tertimbun material, mengingat pentingnya akses bagi evakuasi dan distribusi bantuan.
Pembersihan dan Distribusi Bantuan Logistik
Seiring dengan mulai surutnya air pada Minggu petang, upaya pemulihan segera digiatkan. Petugas BPBD bersama Satpol PP Kabupaten Jembrana langsung turun ke lokasi untuk melakukan aksi bersih-bersih. Salah satu fokusnya adalah kawasan Pasar Tegalcangkring yang sempat lumpuh akibat terendam lumpur dan sisa-sisa banjir.
Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas berikutnya. BPBD Jembrana memastikan kesiapan untuk mendistribusikan bantuan logistik mendesak kepada korban.
"Kami masih terus melakukan pendataan detail mengenai jumlah kepala keluarga yang terdampak. Bantuan kebutuhan mendesak akan segera kami distribusikan kepada warga yang rumahnya terendam atau aksesnya terputus," ungkap Agus Artana.
Imbauan Kewaspadaan untuk Masyarakat
Mengingat prakiraan cuaca yang masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan, pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di dekat aliran sungai dan lereng tebing, untuk tetap waspada. Kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan dinilai krusial untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan di tengah kondisi alam yang belum sepenuhnya stabil.
Artikel Terkait
JTT dan Kepolisian Hentikan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek, Lalu Lintas Kembali Normal
BNPB: Pengungsi Sulut Mulai Pulang, Pemulihan Malut Masih Berlanjut Pascagempa 7,6 SR
Diskon 30% Tiket Pelni untuk Mudik Lebaran 2026 Habis Lebih Cepat, Kuota Terserap 467.662 Penumpang
BMKG Catat 960 Gempa Susulan Pascagempa M 7,6 di Maluku Utara