Peradi Bangun Sarpras Pendidikan dan Ibadah di Sumbar Pascabencana

- Minggu, 05 April 2026 | 19:00 WIB
Peradi Bangun Sarpras Pendidikan dan Ibadah di Sumbar Pascabencana

PARADAPOS.COM - Pemerintah dan organisasi profesi bergerak cepat memulihkan wilayah terdampak bencana alam di Sumatra Barat. Fokus utama saat ini adalah pembangunan hunian sementara dan perbaikan sarana-prasarana publik yang rusak, sebagai upaya mendesak memulihkan kehidupan masyarakat. Inisiatif ini mendapat dukungan nyata dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), yang turun langsung membangun fasilitas pendidikan, ibadah, dan infrastruktur di beberapa kabupaten.

Inisiatif Nyata di Tengah Pemulihan

Di lokasi-lokasi yang masih menyisakan bekas kerusakan, upaya rekonstruksi mulai terlihat. Ketua Umum Peradi, Otto Hasibuan, secara pribadi memimpin rombongan untuk meninjau dan memulai sejumlah proyek pembangunan. Kunjungan kerja ini disambut langsung oleh Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah, menandakan sinergi antara otoritas daerah dan elemen masyarakat sipil dalam proses pemulihan yang kompleks ini.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan peletakan batu pertama pembangunan musala di Kabupaten Agam yang dipimpin Ketua Harian DPN Peradi, Dwiyanto Prihartono. Tidak berhenti di situ, di Kota Padang, Otto Hasibuan didampingi Wakil Gubernur Vasco Ruseimy juga meresmikan pembangunan beberapa ruang kelas baru di SMAN 12 serta pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Solok.

Bantuan Langsung dan Komitmen Jangka Panjang

Selain pembangunan fisik, perhatian juga diberikan kepada anggota profesi hukum yang ikut terdampak. Otto Hasibuan menyerahkan bantuan dana kepada 13 anggota Peradi di wilayah Sumatra Barat yang rumah atau kehidupannya terganggu oleh bencana. Langkah ini digambarkan sebagai bentuk solidaritas internal dalam organisasi.

“Dari segi nilai mungkin bisa terbilang kecil dibandingkan dana pemerintah, namun ini wujud kebersamaan Peradi dalam setiap duka bangsa,” ungkapnya dalam sebuah keterangan tertulis.

Mobilisasi Dana dan Fokus pada Rehabilitasi

Di balik aksi lapangan, terdapat upaya penggalangan dana yang signifikan. Koordinator Peradi Peduli, Rivai Kusumanegara, mengungkapkan bahwa organisasinya telah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp6,7 miliar. Sumber dana tersebut berasal dari kas organisasi, iuran pengurus dan anggota, serta sumbangan dari mitra eksternal.

“Fokus Peradi pada kegiatan pasca bencana dengan membangun sarpras di wilayah terdampak,” jelas Rivai mengenai alokasi penggunaan dana yang terkumpul.

Ini bukan kali pertama Peradi turun tangan. Rivai menegaskan bahwa kegiatan serupa telah menjadi rutinitas organisasi dalam merespons berbagai musibah di tanah air, mulai dari tsunami Palu, gempa Cianjur, banjir Jabodetabek, hingga gempa di Solok pada tahun-tahun sebelumnya. Pola respons yang konsisten ini menunjukkan adanya mekanisme dan komitmen kelembagaan yang telah terbentuk.

Apresiasi dan Harapan ke Depan

Komitmen berkelanjutan dari kalangan advokat ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyambut baik kontribusi nyata tersebut dan berharap inisiatif serupa dapat menginspirasi lebih banyak pihak swasta maupun organisasi kemasyarakatan lainnya untuk turut serta. Dalam situasi pascabencana, kolaborasi multipihak seperti ini seringkali menjadi kunci untuk mempercepat proses rehabilitasi dan mengembalikan denyut kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar