Serangan Israel di Beirut Selatan Tewaskan Empat Orang, Rusak Gedung Apartemen

- Minggu, 05 April 2026 | 19:50 WIB
Serangan Israel di Beirut Selatan Tewaskan Empat Orang, Rusak Gedung Apartemen

PARADAPOS.COM - Serangan udara militer Israel ke kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu (5/4), mengakibatkan puluhan korban jiwa dan luka-luka. Serangan yang berpusat di wilayah Jnah ini menghancurkan sejumlah bangunan dan mengancam korban lebih banyak lagi seiring berlanjutnya operasi penyelamatan.

Korban Jiwa dan Luka-Luka Terus Bertambah

Dampak serangan udara tersebut langsung terasa dengan jatuhnya korban. Data awal dari lapangan menunjukkan angka korban yang signifikan dan berpotensi meningkat.

Sebuah sumber dari layanan ambulans Lebanon yang dikonfirmasi kepada RIA Novosti memberikan gambaran awal yang suram. "Empat orang tewas, 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jnah," jelasnya. Sumber yang sama memperingatkan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan bisa bertambah seiring proses evakuasi yang terus dilakukan di lokasi kejadian.

Gedung Apartemen Hancur, Lokasi Strategis Terdampak

Di lapangan, koresponden melaporkan situasi yang mengkhawatirkan. Jet tempur Israel dikabarkan menyasar dan menghancurkan beberapa gedung apartemen bertingkat di lingkungan Jnah dan Roueiss. Reruntuhan bangunan menjadi saksi bisu kekuatan serangan tersebut.

Lokasi ledakan di Jnah menambah kompleksitas insiden ini. Kawasan tersebut diketahui berdekatan dengan kompleks Kedutaan Besar China, sebuah detail yang mempertegas risiko geopolitik dari eskalasi ini. Lebih memprihatinkan lagi, distrik Jnah saat ini menjadi tempat penampungan sementara bagi sekitar 8.000 pengungsi dari wilayah konflik di timur dan selatan Lebanon, menjadikannya salah satu pusat pengungsian terbesar di negara itu.

Eskalasi Ketegangan yang Berkepanjangan

Serangan udara ini bukanlah insiden terisolasi, melainkan puncak dari ketegangan bersenjata yang telah memanas selama lebih dari sebulan. Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon mengalami eskalasi tajam sejak awal Maret lalu.

Gelombang kekerasan ini dipicu oleh serangan roket Hizbullah ke wilayah Israel, yang bertepatan dengan aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan besar-besaran ke berbagai titik di Lebanon, menjangkau dari Lembah Beqaa dan wilayah selatan hingga pinggiran ibu kota Beirut. Situasi kian genting setelah militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di perbatasan selatan Lebanon pada pertengahan Maret.

Insiden terbaru di Beirut ini menandai babak baru yang lebih berbahaya dalam konflik perbatasan ini, dengan serangan yang bergerak semakin mendekati jantung ibu kota Lebanon dan mengancam populasi sipil dalam skala yang lebih besar.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar