PARADAPOS.COM - Tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon telah dimakamkan dengan penghormatan militer penuh pada Minggu, 5 April 2026. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh pimpinan tertinggi TNI di tiga lokasi terpisah, sebagai bentuk penghormatan negara atas pengabdian dan pengorbanan terakhir mereka.
Penghormatan Terakhir di Tiga Lokasi
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin prosesi pemakaman militer untuk Mayor Inf (Anm.) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Bandung. Di waktu yang bersamaan, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi R. memimpin upacara serupa untuk Serka (Anm.) Muhammad Nur Ichwan di TMP Giri Dharmoloyo II, Yogyakarta. Sementara itu, di Giripeni, Kulon Progo, Asrenum Panglima TNI Candra Wijaya memimpin pemakaman militer Kopda (Anm.) Farizal Rhomadhon. Pelaksanaan serentak di tiga kota ini menegaskan komitmen TNI untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada setiap prajurit yang gugur dalam tugas.
Prajurit Terbaik dengan Dedikasi Tinggi
Dalam pernyataan resminya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian almarhum Mayor Inf Zulmi. Prajurit yang berdinas di Grup 2 Kopassus tersebut digambarkan sebagai sosok yang penuh dedikasi.
"Dalam setiap penugasan, almarhum menunjukkan dedikasi serta prestasi tinggi dan memperoleh berbagai penghargaan, termasuk penugasan ke luar negeri dalam misi UNIFIL," ungkap Panglima TNI melalui keterangan Puspen TNI yang diterima pada Senin, 6 April 2026.
Pernyataan tersebut sekaligus menyampaikan duka mendalam atas gugurnya ketiga prajurit. Suasana haru dan khidmat terasa jelas dalam setiap prosesi, yang dihadiri oleh keluarga, rekan sejawat, dan pimpinan.
Penghargaan dan Jaminan untuk Keluarga
Sebagai bentuk tanggung jawab negara, pemerintah menganugerahkan sejumlah penghargaan dan hak kepada para prajurit yang gugur. Beberapa bentuk penghargaan tersebut antara lain Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta, santunan dari PBB, santunan risiko kematian khusus, serta manfaat asuransi. Negara juga memberikan jaminan berupa beasiswa pendidikan bagi anak-anak mereka, dana perawatan jenazah, dan pencairan Tabungan Wajib Prajurit. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Kehadiran Pejabat Tinggi Negara
Upacara penghormatan terakhir ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menghargai jasa para pahlawan. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin hadir memberikan penghormatan. Kehadiran mereka, bersama dengan para pejabat utama dari Markas Besar TNI dan ketiga angkatan, semakin menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit dalam menjalankan tugas negara diakui dan dihargai secara nasional.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Intervensi Lonjakan Harga Kemasan Plastik yang Tekan UMKM
DPR Dukung Percepatan Mandatori B50 untuk Perkuat Ketahanan Energi
Pemerintah Targetkan Hunian Tetap dan Infrastruktur Vital Selesai 2026 Pascabencana Sumatra
Ayah Mempelai Tewas Dikeroyok Saat Pesta Pernikahan Anaknya di Purwakarta