Ledakan Kapal Nelayan di Belawan Tewaskan Tiga ABK, Lima Lainnya Hilang

- Selasa, 07 April 2026 | 17:50 WIB
Ledakan Kapal Nelayan di Belawan Tewaskan Tiga ABK, Lima Lainnya Hilang

PARADAPOS.COM - Sebuah kapal nelayan terbakar di perairan Belawan, Medan, pada Selasa (7/4/2026) dini hari, menewaskan tiga orang dan menyebabkan lima orang lainnya hilang. Insiden yang melibatkan 21 awak kapal (ABK) ini diduga bermula dari ledakan mesin yang memicu kobaran api dengan cepat, memaksa para korban melompat ke laut untuk menyelamatkan diri.

Kronologi Ledakan dan Kebakaran

Kapal yang dimiliki Kotai dari Gudang Pekong itu telah berangkat melaut sehari sebelum musibah terjadi. Menjelang tengah malam, sekitar pukul 02.10 WIB, seorang ABK bernama Aliman menyadari kondisi mesin kapal yang terlalu panas. Ia bergegas ingin melaporkan temuan itu kepada nakhoda. Namun, sebelum sempat bertindak, situasi berubah menjadi bencana.

Ledakan keras terdengar, disusul dengan kobaran api yang menyambar sekujur kapal. Keadaan kacau balau dalam sekejap.

"Tiba-tiba terjadi ledakan mesin yang disusul ledakan tabung gas. Dalam hitungan detik, api membesar dan melahap sebagian kapal," jelas Kadispen Kodaeral I Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, menggambarkan kecepatan penyebaran api yang tak terduga.

Upaya Penyelamatan dan Korban Jiwa

Dilanda kepanikan dan dikepung kobaran api, para ABK tidak memiliki banyak pilihan. Mereka memutuskan untuk terjun ke perairan gelap Belawan, berharap dapat bertahan hingga bantuan tiba. Sayangnya, upaya penyelamatan diri itu tidak berhasil bagi semua orang.

Tim pencari dan penyelamat kemudian menemukan tiga ABK dalam kondisi tidak bernyawa. Mereka adalah Iyan, Jahar, dan Buitin. Sementara itu, lima orang lainnya masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan.

Wahyu Kurniawan mengonfirmasi jumlah korban dalam pernyataannya. "Tiga ABK meninggal dunia, lima lainnya hilang," tuturnya, menggarisbawahi beratnya dampak insiden ini bagi keluarga korban dan komunitas nelayan setempat.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko di lapangan yang sering dihadapi para pekerja laut. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap penyebab pasti panas berlebih dan ledakan mesin kapal tersebut.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar