PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto membuka Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta, Sabtu (11/4/2024), dengan menekankan bahwa komitmennya terhadap pencak silat adalah sebuah panggilan hidup. Dalam pidatonya, Presiden mengungkapkan akar keterlibatannya yang dalam, yang bersumber dari warisan keluarga dan pengalaman panjangnya di dunia militer.
Panggilan Hidup yang Berakar dari Keluarga dan Baret Merah
Suasana di lokasi Munas terasa hangat dan khidmat saat Presiden Prabowo berbagi kisah personalnya. Ia menceritakan bagaimana kecintaannya pada pencak silat berawal dari pengaruh kakeknya, seorang pendiri perguruan Setia Hati Terate di Madiun. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh orang tuanya yang aktif di tubuh IPSI, menanamkan nilai-nilai bela diri sejak dini.
Namun, pengalaman yang mengkristalkan kecintaannya terjadi selama berkarier di Korps Pasukan Khusus (Kopassus). Saat itu, penguasaan bela diri lokal bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi setiap prajurit baret merah.
Presiden mengenang peran penting mendiang Jenderal Mung Parhadimulyo yang mewajibkan seluruh anggota pasukan khusus untuk mendalami aliran Merpati Putih. Disiplin dan filosofi yang ia dapatkan di kesatuan elite inilah yang membentuk pandangannya terhadap pencak silat sebagai lebih dari sekadar olahraga.
"Bagi saya, pencak silat adalah suatu panggilan," ujar Presiden Prabowo sebagaimana dikutip dari kanal resmi Sekretariat Presiden.
Perjalanan Panjang Tiga Dekade di IPSI
Dedikasi itu kemudian diwujudkan dalam perjalanan organisasi yang sangat panjang. Presiden mencatat, ia telah mengabdi di IPSI selama kurang lebih 30 tahun. Jejaknya dimulai dari posisi Wakil Ketua Umum yang diembannya selama empat periode, sebelum akhirnya dipercaya memimpin sebagai Ketua Umum untuk lima periode berturut-turut.
Perjalanan puluhan tahun itu, menurutnya, digerakkan oleh motivasi yang tulus untuk melestarikan warisan budaya bangsa.
"Ini adalah perjalanan panjang yang didorong oleh rasa cinta terhadap budaya bangsa," tambahnya.
Dukungan Lintas Sektor dalam Pelestarian Budaya
Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara dalam pembukaan Munas IPSI kali ini menunjukkan dukungan yang luas terhadap upaya pelestarian pencak silat. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran menteri kabinet, pimpinan TNI dan Polri, serta tokoh-tokoh dari dunia olahraga dan BUMN.
Di antara yang hadir terlihat Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Dari institusi keamanan, hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
Kehadiran Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari dan para direktur BUMN juga memperlihatkan sinergi yang dibangun antara pemerintah, militer, dan sektor korporasi. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memajukan pencak silat tidak hanya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO, tetapi juga sebagai cabang olahraga prestasi yang kompetitif di kancah global.
Artikel Terkait
ADA Band Rilis Video Musik Selalu Ada, Usung Tema Kedewasaan Setelah Tiga Dekade Berkarya
Lebaran Betawi 2026 Meriahkan Jakarta dengan Tradisi dan Kuliner Khas
Kemenpora Fokuskan Pelatnas dan Cabang Prioritas Hadapi ASEAN Games di Tengah Keterbatasan Anggaran
Barcelona Hadapi Derbi Catalunya Usai Tekanan Kekalahan di Liga Champions