PARADAPOS.COM - Angin kencang disertai hujan deras yang melanda Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Minggu (12/4/2026) sore, menyebabkan kerusakan parah di sektor peternakan dan permukiman warga. Peristiwa singkat yang berlangsung hanya sekitar lima hingga sepuluh detik itu merobohkan empat bangunan kandang ayam, merusak puluhan rumah, dan menumbangkan sejumlah pohon besar. Meski tidak menelan korban jiwa, kerugian material akibat bencana ini ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kandang Ambruk dalam Hitungan Detik
Kejadian yang membuat warga panik itu digambarkan secara langsung oleh Feri, seorang pekerja di lokasi peternakan yang menjadi saksi mata. Ia menuturkan, angin datang dari arah barat daya dengan intensitas yang meningkat secara tiba-tiba.
"Angin dari barat selatan sana tiba-tiba datang, datangnya pelan-pelan lalu langsung kencang. Angin kencang itu sekitar 5 sampai 10 detik saja, cuma singkat tapi langsung bikin kandang ambruk. Angin datang saya langsung keluar," jelas Feri mengenai mencekamnya kejadian tersebut.
Kekuatan angin yang luar biasa itu tidak memberi waktu bagi para pekerja untuk menyelamatkan aset. Mereka terpaksa berlarian menyelamatkan diri ke area persawahan terdekat, meninggalkan kandang yang satu per satu ambruk diterpa angin.
Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah
Dampak finansial dari bencana ini sangat signifikan, terutama bagi para pemilik peternakan. Jamaah, salah satu pemilik usaha, mengonfirmasi bahwa dari lima kandang yang terdampak, empat di antaranya roboh total. Nilai kerusakan untuk setiap unit kandang sangat besar, tergantung kondisinya.
"Ini kerusakan total, seratus persen roboh. Punya saya dan beberapa lainnya juga roboh total. Estimasi kandang beserta alat sekitar delapan ratus juta sampai satu miliar. Kalau sudah ada ayam siap panen bisa lebih dari dua miliar," ungkapnya dengan nada prihatin.
Secara keseluruhan, kerugian ditaksir melampaui angka Rp5 miliar. Angka itu mencakup kerusakan struktur bangunan, peralatan peternakan, serta ratusan ekor ayam yang mati tertimpa reruntuhan. Gambaran kerusakan fisik terlihat jelas dari dokumentasi di lokasi yang menunjukkan kondisi kandang yang porak-poranda.
Dampak Meluas ke Permukiman dan Jalur Transportasi
Gangguan tidak hanya berpusat di kompleks peternakan. Angin puting beliung tersebut juga menyebabkan kerusakan meluas di Desa Gadudero. Puluhan atap rumah warga mengalami kerusakan, dan fasilitas pendidikan di desa itu turut terdampak.
Dampak lain yang langsung dirasakan masyarakat adalah terganggunya arus lalu lintas. Beberapa pohon besar tumbang dan sempat menutup jalur utama penghubung Pati-Kudus. Penutupan jalan ini berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya bisa dibersihkan oleh upaya gabungan relawan dan petugas terkait, mengembalikan kelancaran transportasi di wilayah tersebut.
Insiden cuaca ekstrem ini kembali mengingatkan tentang pentingnya kewaspadaan dan mitigasi bencana, terutama di kawasan yang rentan. Meski berlangsung sangat singkat, daya rusak yang dihasilkan membuktikan besarnya energi yang dibawa oleh angin kencang tersebut.
Artikel Terkait
Manchester City Hajar Chelsea 3-0, Perkecil Jarak dengan Arsenal
Jadwal Salat 13 April 2025 Resmi Berlaku untuk Warga Surabaya
Bhayangkara Presisi Kalahkan Samator, Amankan Tiket Final LavAni di Proliga 2026
Protes Meluas di Beirut Menyusul Rencana Negosiasi Langsung Lebanon-Israel