PARADAPOS.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan silaturahmi nasional yang menggabungkan ormas-ormas Islam dengan acara halalbihalal Idul Fitri. Acara yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026) ini dihadiri sejumlah tokoh kunci negara, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yang duduk berdampingan. Pertemuan besar ini mengusung tema persatuan dan perdamaian dunia Islam, menandai momen penting pasca-lebaran.
Suasana dan Peserta Acara
Suasana hotel yang ramai mencerminkan skala acara yang cukup besar. Menurut panitia, kurang lebih 1.000 peserta memadati lokasi, datang dari beragam latar belakang. Mereka merupakan perwakilan ormas Islam tingkat nasional, organisasi kepemudaan Islam, pondok pesantren, ulama, serta berbagai tokoh masyarakat dan bangsa. Kehadiran mereka menunjukkan jangkauan dan jaringan MUI yang luas di tengah masyarakat.
Tak hanya dari kalangan sipil dan keagamaan, acara ini juga menarik perhatian pejabat tinggi negara. Selain Panglima TNI dan Kapolri, terlihat pula Ketua MPR Ahmad Muzani dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono turut hadir. Bahkan, nuansa internasional tampak dari kehadiran para duta besar dan diplomat dari sejumlah negara Islam yang diundang khusus.
Tema dan Maksud Di Balik Pertemuan
Di balik kemeriahan halalbihalal, terselip sebuah pesan yang mendalam. Panitia secara sengaja mengangkat tema 'Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia'. Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil pertimbangan yang matang sebagai respons atas situasi global yang dihadapi dunia Islam.
Muhammad Zaitun Rasmin, selaku Ketua Panitia, menjelaskan latar belakang pemilihan tema tersebut. Penjelasannya mengungkapkan keprihatinan mendalam yang melatarbelakangi acara ini.
"Tema ini dipilih dan telah dimusyawarahkan berkali-kali oleh tim pengarah karena berangkat dari keprihatinan yang mendalam atas apa yang terjadi akhir-akhir ini, terutama pada dunia Islam sejak beberapa bulan terakhir," tuturnya.
Fungsi Silaturahmi dalam Konteks yang Lebih Luas
Secara praktis, acara ini berfungsi sebagai wahana halalbihalal internal untuk keluarga besar pengurus MUI Pusat. Namun, cakupan pesertanya yang sangat beragam menunjukkan bahwa silaturahmi ini dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi yang lebih luas. Dengan menghadirkan unsur eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga diplomatik, MUI tampaknya ingin membangun konsensus dan dialog konstruktif menghadapi tantangan bersama, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pertemuan semacam ini menegaskan peran MUI tidak hanya sebagai lembaga keagamaan, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antar berbagai elemen bangsa.
Artikel Terkait
Pakistan Kirim Delegasi Militer-Sipil ke Iran untuk Lanjutkan Mediasi AS-Iran
Pemerintah Beri Pembebasan Bea Masuk untuk Barang Bawaan Pribadi Jemaah Haji
Ade Rai Kembangkan Asisten Virtual AI untuk Edukasi Kesehatan Gratis
Deschamps Konfirmasi Ekitike Absen Piala Dunia 2026 Usai Cedera Achilles