Trump Ancam Pecat Ketua The Fed Jerome Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu

- Kamis, 16 April 2026 | 10:50 WIB
Trump Ancam Pecat Ketua The Fed Jerome Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu

PARADAPOS.COM - Ketegangan politik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan bank sentral negara itu, The Federal Reserve (The Fed), kembali memanas menyusul masa akhir jabatan Ketua The Fed Jerome Powell. Dalam wawancara eksklusif, Trump secara terbuka mengancam akan memecat Powell jika sang ketua bank sentral menolak untuk lengser tepat waktu pada 15 Mei 2026 mendatang. Ancaman ini menandai puncak dari ketegangan panjang antara Gedung Putih dan otoritas moneter AS yang independen, di tengah proses suksesi kepemimpinan dan penyelidikan hukum yang masih menyelimuti Powell.

Presiden AS Donald Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell. Foto: Xinhua/Yin Bogu

Ancaman Pemecatan Terbuka dari Trump

Dalam pernyataannya yang blak-blakan, Presiden Trump tidak lagi menggunakan kode atau sindiran. Ia secara langsung menyampaikan ultimatumnya terkait masa depan Jerome Powell di The Fed. Trump telah menominasikan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, sebagai pengganti Powell, dan tampaknya tidak ingin proses transisi ini tertunda.

Dalam wawancara dengan Fox Business yang dikutip oleh kantor berita Xinhua, Trump dengan gamblang mengungkapkan pikirannya. "Saya harus memecatnya, jika Powell tidak pergi tepat waktu. Saya telah menahan diri untuk tidak memecatnya. Saya ingin memecatnya, tetapi saya tidak ingin menimbulkan kontroversi," ujarnya.

Dilema Masa Jabatan dan Penyelidikan Hukum

Situasi yang dihadapi Jerome Powell memang kompleks. Meski masa jabatannya sebagai Ketua The Fed berakhir pada pertengahan Mei 2026, statusnya sebagai anggota Dewan Gubernur sebenarnya masih tersisa sekitar dua tahun. Powell sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk tetap memimpin jika penggantinya, Kevin Warsh, belum disahkan Senat hingga tenggat waktu tersebut.

Lebih dari itu, Powell bersikukuh untuk tidak mundur dari Dewan Gubernur sebelum sebuah penyelidikan federal yang menimpanya dinyatakan selesai. Penyidikan yang digulirkan Departemen Kehakiman sejak Januari itu berfokus pada proyek renovasi mahal kantor pusat Federal Reserve. Upaya Jaksa Jeanine Pirro untuk memanggil Powell dalam kasus ini sempat ditolak oleh hakim, namun bayang-bayang penyelidikan itu tetap menjadi faktor penentu sikap Powell.

Eskalasi Ketegangan yang Berkepanjangan

Ancaman pemecatan terbuka ini bukanlah insiden pertama dalam hubungan yang kerap berjarak antara Trump dan Powell. Sebelum isu suksesi ini mencuat, Trump telah berulang kali menyuarakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan moneter The Fed di bawah kepemimpinan Powell. Kritik paling keras biasanya tertuju pada keengganan bank sentral untuk memangkas suku bunga secara lebih agresif, yang menurut Trump diperlukan untuk mendongkrak perekonomian.

Dinamika ini menyoroti kembali sensitivitas hubungan antara kekuasaan eksekutif dan independensi bank sentral—sebuah prinsip fundamental dalam sistem keuangan modern. Eskalasi retorika dari Gedung Putih ini dipantau ketat oleh pasar keuangan global, yang selalu sensitif terhadap stabilitas dan kepastian di otoritas moneter negara adidaya tersebut.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar