PARADAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad secara resmi melantik pengurus baru Dewan Kebudayaan Provinsi Kepri untuk periode 2026-2031. Prosesi yang berlangsung di Gedung Daerah Tanjungpinang pada Jumat, 17 April 2026 itu, tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga sebuah pernyataan komitmen terhadap pelestarian warisan budaya Melayu yang menjadi identitas khas daerah.
Nuansa Budaya dalam Pelantikan
Suasana di Gedung Daerah Tanjungpinang kala itu terasa berbeda. Alunan musik tradisional dan permainan biola Melayu menyambut para tamu, menciptakan atmosfer yang khidmat sekaligus syahdu. Pembacaan gurindam dan syair semakin mempertegas bahwa acara ini adalah tentang menjaga napas kebudayaan. Ritual pelantikan pun diselenggarakan dengan penuh makna, mencerminkan semangat untuk menempatkan kebudayaan sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap.
Komitmen Pemerintah untuk Kolaborasi Lintas Generasi
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menekankan bahwa upaya pelestarian budaya tidak bisa berdiri sendiri. Ia melihat perlunya sinergi yang kuat antara berbagai pihak, terutama dalam menjembatani generasi. Pemerintah daerah, menurutnya, siap menjadi fasilitator untuk mendorong pengembangan itu seoptimal mungkin.
"Pelestarian budaya harus dilakukan melalui kolaborasi dan kerja maksimal. Kita harus terus melestarikan dan mengembangkannya dengan kerja sama yang solid serta kekompakan lintas generasi. Spirit yang ada saat ini sudah baik, dan pemerintah daerah akan terus mendorongnya secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimiliki," tegas Ansar.
Visi dan Tanggung Jawab Strategis Dewan Kebudayaan Baru
Pimpinan baru dewan kebudayaan, Dato Seri Lela Budaya Rida K. Liamsi, menyadari betapa strategisnya amanah yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa Kepulauan Riau bukanlah wilayah biasa, melainkan pewaris langsung Kesultanan Melayu Riau-Lingga. Warisan agung seperti Gurindam Dua Belas dan kemurnian bahasa Melayu menjadi tanggung jawab moral yang harus dijaga.
Rida menjelaskan bahwa fokus kerja dewan akan mengacu pada sepuluh pokok pikiran kebudayaan nasional, dengan menjangkau beragam bidang kesenian. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana melibatkan kaum muda dalam setiap program.
"Dengan melibatkan generasi muda, kami berharap program ini tidak hanya melindungi warisan leluhur, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di seluruh wilayah Kepulauan Riau," paparnya.
Masa Depan: Budaya sebagai Penggerak Pembangunan
Pelantikan ini pada akhirnya bukan sekadar seremonial pergantian kepengurusan. Momentum ini dipandang sebagai titik tolak untuk memperkuat posisi kebudayaan sebagai ruh identitas sekaligus motor penggerak pembangunan berkelanjutan di Kepri. Keberhasilan dewan ini akan diukur dari kemampuannya mentransformasi nilai-nilai luhur masa lalu menjadi kekuatan hidup yang relevan dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekarang.
Artikel Terkait
Gubernur Khofifah Tunjuk Plt Kadis ESDM Jatim Gantikan Pejabat Tersangka Pungli
Polda Bali Terapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Kemala Run 2026 di Gianyar
Sumbar Gandeng Danantara untuk Akselerasi Investasi dan Proyek Strategis
Kirab Pusaka Nusantara Perdana Digelar di Candi Borobudur