PARADAPOS.COM - Perum Bulog Cabang Malang berupaya menjaga ketersediaan Minyakita di pasar-pasar tradisional, menanggapi tingginya permintaan minyak goreng masyarakat. Upaya ini meliputi pengaturan pasokan dan percepatan penyaluran Bantuan Pangan, yang diharapkan dapat meredam tekanan permintaan. Langkah-langkah tersebut dijelaskan langsung oleh pimpinan setempat saat memantau distribusi di salah satu pasar di Kota Malang.
Strategi Pengaturan Pasokan
Untuk memenuhi kebutuhan di wilayah kerjanya, Bulog Malang menargetkan pasokan Minyakita sebanyak 24.000 kardus untuk jangka waktu dua minggu. Setiap kardus berisi 12 pouch kemasan 1 liter atau 6 pouch kemasan 2 liter. Target ini dinilai sebagai angka ideal untuk menjaga stabilitas pasokan di tengah permintaan yang fluktuatif.
Pimpinan Bulog Cabang Malang, M Nurjuliansyah, menegaskan bahwa stok di tingkat provinsi sebenarnya mencukupi. Namun, penyalurannya perlu diatur secara cermat karena harus dialokasikan untuk 13 kantor cabang di Jawa Timur. Hal ini menunjukkan kompleksitas logistik yang dihadapi dalam mendistribusikan komoditas penting secara merata.
"Stok yang ideal di angka itu," ujar Nurjuliansyah, menegaskan target pasokan 24.000 kardus tersebut.
Percepatan Bantuan Pangan untuk Tekan Permintaan
Di luar strategi pasokan, Bulog Malang memiliki harapan lain untuk meredam tingginya permintaan Minyakita di pasar tradisional. Optimisme itu datang dari rencana penggenjotan penyaluran Bantuan Pangan, yang dijadwalkan dimulai pada pekan depan. Bantuan tersebut, yang mencakup beras dan Minyakita, diperkirakan akan meredakan tekanan pembelian dari masyarakat berpenghasilan rendah.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran untuk periode Februari-Maret di wilayah Malang telah mencapai 17%. Dengan penataan gudang yang hampir rampung, distribusi diproyeksikan dapat diselesaikan seluruhnya pada akhir April mendatang.
"Penyaluran bantuan pangan agak tersendat karena ada penataan gudang. Tapi awal pekan depan sudah rampung dan akan kami genjot penyaluran Bantuan Pangan," jelasnya lagi.
Secara akumulatif, Bulog Malang telah menyalurkan 12.574 ton beras dan 2,5 juta liter Minyakita melalui program ini, yang menjangkau 623.725 penerima manfaat.
Kondisi di Lapisan Terakhir Rantai Pasok
Di tingkat pedagang eceran, suasana terlihat lebih tenang. Seperti yang dialami oleh Supriyono, seorang pedagang sembako di Pasar Bunul, stok Minyakita di kiosnya masih tersedia. Kedatangan pasokan baru memastikan ketersediaan untuk kebutuhan satu minggu ke depan.
"Saat ini stoknya masih aman. Ini saja baru datang. Ada sekitar 12 dus yang datang untuk satu minggu ke depan," tutur Supriyono.
Menurut pengamatannya, Minyakita tetap menjadi pilihan utama konsumen karena harganya yang terjangkau, yakni Rp15.700 per liter. Harga yang stabil ini menjadi faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat di pasar tradisional.
Langkah Ke Depan
Meski optimis dengan dampak Bantuan Pangan, Bulog Malang tidak berhenti berupaya. Pihaknya tetap akan mengajukan permintaan pasokan tambahan ke Kantor Wilayah Bulog Jawa Timur jika diperlukan. Pendekatan ganda ini—memperkuat pasokan sekaligus mendistribusikan bantuan—menjadi langkah antisipatif untuk memastikan stok Minyakita tetap tersedia dan harganya terjangkau bagi masyarakat Malang di tengah situasi pasar yang dinamis.
Artikel Terkait
Lazio Hantam Napoli 2-0 di Maradona, Ambisi Juara Partenopei Terhambat
Warga Jember Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Rakit Bambu Usai Jembatan Putus
Badan Geologi Ingatkan Warga Tomohon Waspadai Gas Beracun dan Erupsi Mendadak Gunung Lokon
Regal Springs Indonesia Dukung Kampanye KKP Tingkatkan Konsumsi Ikan di Kalangan Urban