PARADAPOS.COM - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menekankan bahwa perluasan akses internet ke desa-desa harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Pernyataan ini disampaikan menyusul capaian program Internet Desa Gratis (Gratispol) yang telah menjangkau 803 dari 841 desa di provinsi tersebut, dengan target penyelesaian pada 2026 dan keberlanjutan hingga 2029. Pencapaian ini juga mengantarkan Kaltim meraih penghargaan nasional di bidang konektivitas digital.
Literasi Digital sebagai Fondasi Manfaat Internet
Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2026), Rudy Mas'ud menggarisbawahi bahwa infrastruktur fisik saja tidak cukup. Menurutnya, kunci agar program pembangunan digital membawa dampak positif terletak pada kapasitas masyarakat dalam memanfaatkannya.
"Terus perkuat literasi digital agar program internet desa berdampak positif bagi masyarakat," tuturnya.
Pernyataan gubernur ini bukan sekadar imbauan, melainkan bagian integral dari strategi pemerintah daerah. Dinas Komunikasi dan Informatika Pemprov Kaltim tidak hanya fokus pada perluasan jaringan, tetapi juga secara aktif mendorong pemanfaatan teknologi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan warga di pelosok.
Prestasi Nasional dari Komitmen Pemerataan
Komitmen kuat Kaltim dalam membangun konektivitas hingga ke daerah terpencil akhirnya diakui secara nasional. Berkat kinerja program Gratispol, provinsi penghasil migas ini dinobatkan sebagai Provinsi Pendukung Akselerasi Konektivitas Digital 2026.
Penghargaan tersebut diterima oleh Plt Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Andi Muhammad Ishak, yang mewakili pemerintah daerah. Acara penghargaan yang digelar Kementerian Kominfo ini dimaksudkan untuk memberikan apresiasi atas kontribusi nyata berbagai pihak dalam memperluas akses dan kecakapan digital di Tanah Air.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, yang hadir dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasinya. "Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak yang telah mewujudkan perubahan nyata dalam memperkuat konektivitas digital nasional," ujarnya.
Penghargaan ini menjadi penegas bahwa upaya yang dilakukan Kaltim telah melampaui sekadar pembangunan infrastruktur. Program ini secara nyata berkontribusi mempersempit kesenjangan informasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, membuka pintu yang lebih lebar untuk pertumbuhan ekonomi dan akses layanan berbasis digital di daerah.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Empat Libur Nasional dan Dua Cuti Bersama di Mei 2026
Bank Dunia Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,7 Persen
DIY Siap Berangkatkan 3.830 Jemaah Haji dengan Rentang Usia 14 hingga 102 Tahun
Dekarbonisasi Industri Indonesia Masih Tahap Awal, SDM dan Komitmen Jadi Tantangan