PARADAPOS.COM - Sejumlah peristiwa hukum penting mewarnai pemberitaan nasional dalam sepekan terakhir. Mulai dari deportasi warga negara asing (WNA) buronan, penangkapan pemasok senjata untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB), hingga pengungkapan sindikat penipuan internasional. Berikut rangkuman lima berita hukum terpopuler yang layak Anda simak.
Imigrasi Deportasi WNA AS Buronan Kasus Pelecehan Seksual
Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, mengambil tindakan tegas terhadap warga negara asing yang melanggar hukum. Seorang WNA asal Amerika Serikat berinisial AW, yang merupakan buronan kasus pelecehan seksual di negaranya, resmi dideportasi pada Kamis (4/6).
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengonfirmasi bahwa proses deportasi telah berjalan sesuai prosedur.
"Kamis, yang bersangkutan sudah di deportasi. Karena tindak pidananya dilakukan di AS dan akan diproses hukum di sana," kata Hendarsam saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.
Satgas ODC Tangkap Pemasok Senjata Api ke Jaringan KKB di Sarmi
Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas jaringan KKB di Papua. Seorang pria berinisial YK (52) ditangkap karena diduga menjadi penyalur senjata api dan amunisi kepada kelompok bersenjata di Papua Pegunungan.
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo di Jayapura, Minggu, menyebutkan bahwa YK ditangkap pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 13.16 WIT. Penangkapan terjadi di kawasan Pasar Sentral Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua, setelah personel memperoleh informasi mengenai keberadaan yang bersangkutan di lokasi tersebut.
Imigrasi Tangkap Empat Warga Tiongkok Anggota Sindikat Penipuan
Imigrasi Semarang berhasil membongkar jaringan penipuan daring internasional yang beroperasi di kawasan perumahan elite. Empat warga negara Tiongkok ditangkap karena diduga merupakan anggota sindikat penipuan daring jaringan internasional di sebuah rumah di kawasan Puri Anjasmoro, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kepala Imigrasi Semarang Ari Widodo di Semarang, Minggu, menjelaskan bahwa penangkapan pada Kamis (4/6) itu merupakan hasil penyelidikan yang berlangsung selama dua pekan.
"Dari hasil observasi dan pendalaman lapangan, petugas menemukan indikasi aktivitas mencurigakan yang dilakukan sejumlah warga negara asing di sebuah rumah yang berlokasi di Perumahan Puri Eksekutif, Semarang Barat," katanya.
PDIP Dukung Penegakan Hukum Dugaan Korupsi Eks Pimpinan BGN
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) angkat bicara terkait dugaan korupsi yang melibatkan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Partai berlambang banteng itu menyatakan dukungan penuh terhadap proses hukum yang berjalan.
"Kami sangat-sangat prihatin dan kami memberikan dukungan terhadap seluruh upaya penegakan hukum," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto saat ditemui di Jakarta, Minggu.
Kapolri Ungkap Keinginan Jadi Aktivis Usai Pensiun
Suasana berbeda terlihat dalam Kongres III Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) di Jakarta, Minggu. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keinginannya yang tidak biasa saat memberikan sambutan di hadapan para buruh.
Ia mengungkapkan keinginan untuk menjadi aktivis setelah pensiun dari jabatannya. Alasannya, ia ingin mengisi kekosongan aktivis yang kini banyak mengampu jabatan di pemerintahan.
"Jadi, karena aktivis-aktivis akhirnya kosong, ya saya mohon izin kepada teman-teman selesai jadi Kapolri, saya gantian jadi aktivis. Boleh enggak?" kata Sigit yang disambut tepuk tangan meriah dari para buruh peserta kongres.
Artikel Terkait
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Kepulauan Sangihe
Iran Luncurkan Serangan Rudal Balistik ke Israel Utara, Respons atas Serangan Udara di Beirut
Gempa Susulan Magnitudo 6,5 Guncang Sangihe, 11 Menit Setelah Gempa Utama M7,7
Imigrasi Perketat Pengawasan WNA Usai Pengungkapan Kasus Love Scamming Internasional di Semarang