PARADAPOS.COM - Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadapi tantangan serius dalam menarik suporter internasional. Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini dijadwalkan bergulir mulai 11 Juni 2026, dengan sebagian besar pertandingan berlangsung di Amerika Serikat. Namun, aturan masuk yang ketat, terutama terkait visa, diprediksi menghambat antusiasme penonton untuk datang langsung ke stadion. Biaya pengurusan visa yang mahal dan proses administrasi yang rumit menjadi hambatan utama, bahkan bagi pemegang tiket resmi FIFA.
Persoalan Visa Jadi Batu Sandungan Utama
Banyak pendukung tim peserta harus mengajukan visa terlebih dahulu untuk bisa memasuki wilayah Amerika Serikat. Proses ini tidak hanya memakan biaya yang tidak sedikit, tetapi juga dinilai rumit dan tidak menjamin permohonan akan disetujui. Akibatnya, sebagian penggemar sepak bola memilih mengurungkan niat untuk menyaksikan langsung pertandingan tim kesayangan mereka.
Pemerintah Amerika Serikat sebenarnya telah memperkenalkan sistem percepatan wawancara visa bagi pemegang tiket resmi FIFA. Namun, fasilitas tersebut hanya mempercepat proses administrasi dan bukan jaminan visa akan diterbitkan. Kekhawatiran para suporter semakin besar setelah sejumlah laporan menyebutkan adanya penolakan visa terhadap kelompok penggemar dari beberapa negara yang ingin menghadiri ajang internasional di Amerika Serikat.
Lebih dari Separuh Negara Peserta Butuh Visa
Dari total 48 negara peserta Piala Dunia 2026, lebih dari setengahnya masih memerlukan visa untuk memasuki Amerika Serikat. Biaya pengurusan visa yang mencapai jutaan rupiah menjadi beban tambahan di luar ongkos penerbangan, akomodasi, transportasi, dan kebutuhan selama berada di sana. Beban ekonomi ini tentu memberatkan suporter yang sudah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari.
Faktor Geopolitik Memperumit Situasi
Tak hanya soal biaya dan administrasi, faktor geopolitik juga menjadi tantangan tersendiri. Suporter dari negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik terbatas dengan Amerika Serikat menghadapi kesulitan lebih besar untuk melakukan perjalanan. Salah satu contohnya dirasakan penggemar sepak bola asal Iran.
“Selain harus menghadapi proses visa yang tidak mudah, mereka juga kesulitan mendapatkan rute perjalanan langsung menuju Amerika Serikat karena minimnya hubungan resmi antara kedua negara,” ungkap seorang sumber di lingkungan FIFA yang enggan disebutkan namanya.
Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa atmosfer Piala Dunia 2026 tidak akan semeriah edisi-edisi sebelumnya yang dikenal dipenuhi lautan suporter dari berbagai penjuru dunia. Meski demikian, FIFA dan panitia penyelenggara diyakini terus mencari solusi agar turnamen empat tahunan itu tetap dapat dinikmati secara maksimal oleh para pencinta sepak bola dari seluruh dunia.
Editor: Yoga Santoso
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Suami Cemburu Buta, Bidan di Situbondo Tewas Dipukul Batu
Pertamina Atasi Kebocoran Pipa Gas di Bekasi Kurang dari 90 Menit, Tak Ada Korban Jiwa
Timnas Indonesia U-19 Pastikan Semifinal Piala AFF Usai Kalahkan Vietnam 2-1
BWF Perpanjang Durasi Turnamen Super 1000, Hadiah Membesar dan Jumlah Tuan Rumah Bertambah